- Saham INDS meroket 145% YTD, dipicu aksi korporasi strategis dan optimisme investor.
- Optimalisasi aset operasional lewat transaksi afiliasi perkuat produktivitas Indospring.
- Analis prediksi potensi re-rating valuasi dan dividen INDS di semester I-2026.
Suara.com - Emiten komponen otomotif, PT Indospring Tbk (INDS), tengah menjadi sorotan pasar modal setelah mencatatkan reli kenaikan harga saham yang fenomenal. Langkah strategis Perseroan dalam memperkuat struktur operasional melalui transaksi afiliasi dan optimalisasi aset dinilai menjadi katalis utama meningkatnya kepercayaan investor.
Pada penghujung Desember 2025, INDS melakukan langkah taktis dengan mengakuisisi aset operasional dari anak usahanya, PT Indobaja Primamurni (IBPM).
ransaksi senilai Rp3,01 miliar tersebut mencakup pembelian mesin dan perangkat komputer guna mendongkrak produktivitas pabrik. Tak hanya itu, efisiensi administrasi juga diperkuat melalui perjanjian sewa kantor strategis di Gresik dengan entitas induk, PT Indoprima Investama.
Langkah ini dipandang bukan sekadar penataan rutin, melainkan upaya manajemen untuk memastikan kesiapan infrastruktur produksi dalam menghadapi lonjakan permintaan di sektor otomotif tahun 2026.
Pasar merespons positif fundamental Perseroan. Pada perdagangan Rabu (14/1/2026), saham INDS sukses menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) dengan kenaikan 25%. Secara Year to Date (ytd), saham ini telah melonjak sebesar 145,58%.
Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menuturkan bahwa selain aksi korporasi, investor tengah mengantisipasi potensi re-rating valuasi.
“Investor cenderung mengantisipasi pembagian dividen dan re-rating valuasi saham. INDS sangat menarik untuk strategi fast trading mengingat adanya sentimen rilis laporan keuangan dan pemulihan sektor otomotif di semester I-2026,” ujar Wafi.
Optimisme ini juga berpijak pada rekam jejak pembagian laba Perseroan. Berdasarkan RUPST Juni 2025, INDS telah membuktikan komitmennya dengan membagikan dividen tunai sebesar Rp52,5 miliar. Dengan sisa laba bersih yang dialokasikan sebagai saldo laba, INDS memiliki posisi keuangan yang kokoh untuk melakukan ekspansi lebih lanjut atau aksi korporasi strategis lainnya di masa depan.
Baca Juga: IHSG Bidik Level 10.500: Mirae Asset Tetap Bullish di Tengah Tantangan Rupiah
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Dapat Restu ESDM, Vale Gaspol Lakukan Operasional
-
Selain BBM, SPBU Kini Gali Cuan dari Air Minum Isi Ulang
-
IHSG Bidik Level 10.500: Mirae Asset Tetap Bullish di Tengah Tantangan Rupiah
-
Danantara Pastikan PT Timah Bukan Masuk Radar Penyuntikan Dana
-
Apa Itu Rekening Koran dan Apa Fungsinya? Ini yang Perlu Dipahami
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Harga Beras hingga Jagung Kompak Turun, Tekanan Pangan Nasional Kian Melandai
-
ANTAM Bantah Kabar Ledakan Tambang: Hoaks!
-
Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
-
Tensi Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen di Pasar Asia