- PPATK menemukan aliran dana Rp1,4 triliun dari lender DSI ke pihak afiliasi serta direksi perusahaan.
- Polri menerima empat laporan dengan lebih dari 1.500 korban terkait gagal bayar PT DSI.
- Dana diklaim mengalir ke rekening perusahaan terafiliasi, bukan disalurkan ke proyek properti.
Suara.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan banyak dana lender yang dibagikan ke pihak afiliasi di PT Dana Syariah Indonesia (DSI). Adapun nilainya dikabarkan Rp1,4 triliun yang diterima.
Padahal masih banyak lender yang belum menerima dananya usai perusahaan dipastikan gagal bayar (galbay).
Dalam hal ini, Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan PPATK, Danang Tri Hartono, menyebutkan ada direksi dan komisaris perusahaan yang diduga menerima aliran dana tersebut.
"Ada 50 lebih perusahaan. Perusahaan-perusahaan macam-macam. Individu ada beberapa lah (terindikasi direksi atau kolega?). Pastilah, kan kalau sebuah perusahaan kan ada aliran ke pengurusnya kan, itu ada remunerasi, tapi kan dilihat nanti kewajarannya seperti apa," jelasnya di Gedung DPR, Kamis (16/1/2026).
Tidak hanya itu, dia juga mengungkapkan belum mau membuka blokir rekening DSI.
Pasalnya, pihak perusahaan memohon untuk dibuka. Adapun, PPATK berhasil menghentikan dana DSI sebesar Rp 4 miliar.
"Ya dibuka, kalau (dananya) diambil dan dibawa kabur gimana? Siapa yang tanggung jawab?" bebernya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol, Ade Safri Simanjuntak, menyatakan pihaknya telah menerima empat laporan perkara terkait kasus tersebut.
Total korban yang tercatat mencapai lebih dari 1.500 lender, dengan pihak terlapor yakni Taufiq Aljufri selaku Direktur Utama DSI.
Baca Juga: OJK Ungkap Dana Syariah Indonesia Terlibat Proyek Fiktif Hingga Skema Ponzi
Dana tidak disalurkan kepada peminjam (borrower) untuk proyek-proyek properti seperti yang diketahui lender.
"Jadi bukan disalurkan kepada borrower, tapi dialirkan ke rekening vehicle, rekening vehicle ini rekening escape-nya kemudian langsung masuk ke rekening perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan PT DSI ini," bebernya.
Dia menegaskan, proyek-proyek yang diklaim PT DSI pun diduga fiktif. Sehingga, diciptakan dengan menggunakan borrower-borrower yang sudah terdaftar oleh PT DSI.
"Dari hasil penyelidikan maupun penyidikan yang telah kami lakukan, yang kami hormati, bapak pimpinan rapat maupun anggota Komisi III DPR RI yang kami banggakan, ada beberapa indikasi fraud yang ditemukan atau berhasil diidentifikasi oleh tim penyidik di sini," tandasnya.
Berita Terkait
-
Alami Gagal Bayar, Ini Sanksi yang Diberikan OJK untuk Dana Syariah Indonesia
-
Dana Syariah Indonesia Kena Sanksi OJK, Gimana Nasib Uang Lender?
-
OJK Koordinasi dengan PPATK untuk Blokir Rekening Dana Syariah Indonesia
-
OJK Awasi Ketat Pembayaran Pinjol Dana Syariah Indonesia yang Gagal Bayar
-
Dana P2P Lending PT Dana Syariah Indonesia Cuma 0,2 Persen, Tata Kola Semrawut?
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
Terkini
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Purbaya Minta Pegawai Kemenkeu Terapkan Nilai Pancasila untuk Kelola Keuangan Negara
-
Aturan DHE SDA Berlaku Hari Ini, Purbaya Minta Kepatuhan Repatriasi Wajib 100 Persen
-
Purbaya Rayu Eksportir lewat Insentif Jika Mau Simpan DHE SDA ke Bank Pemerintah
-
Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840
-
Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini
-
IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout
-
Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen
-
SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini