- Jefferies, melalui Christopher Wood, menghapus Bitcoin dari portofolio model karena ancaman teknologi komputer kuantum terhadap keamanan blockchain.
- Komputer kuantum diperkirakan dapat memecahkan kriptografi Bitcoin dalam 10-15 tahun menggunakan Algoritma Shor untuk mengakses kunci privat.
- Komunitas pengembang kini mengembangkan Kriptografi Pasca-Kuantum sebagai upaya mitigasi ancaman serangan komputer kuantum di masa depan.
Suara.com - Setelah sempat menjadi primadona di kalangan institusi keuangan sepanjang tahun lalu, ketangguhan sistem keamanan Bitcoin kini kembali memicu perdebatan sengit.
Kekhawatiran mendalam terhadap ancaman jangka panjang dari perkembangan teknologi komputer kuantum telah memaksa salah satu pakar strategi pasar global untuk mengambil langkah drastis dengan menarik diri dari aset kripto terbesar di dunia tersebut.
Keputusan mengejutkan ini datang dari Jefferies, perbankan investasi global yang memiliki sejarah panjang selama 63 tahun.
Christopher Wood, Kepala Strategi Ekuitas Global di Jefferies, secara resmi menghapus Bitcoin dari portofolio modelnya.
Wood beralasan bahwa lompatan teknologi kuantum berpotensi merusak nilai fundamental yang selama ini dijunjung oleh ekosistem Bitcoin di masa depan.
Titik lemah yang menjadi pusat kekhawatiran adalah sistem keamanan blockchain itu sendiri.
Berdasarkan analisis dari perusahaan Chainalysis, diprediksi dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun mendatang, komputer kuantum dengan daya komputasi yang sangat kuat akan mampu memecahkan kriptografi kurva elips yang menjadi perisai jaringan Bitcoin.
Meskipun saat ini infrastruktur komputer kuantum belum sanggup membobol blockchain, perkembangan riset yang dilakukan oleh perusahaan raksasa seperti Google menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan.
Prosesor kuantum masa depan diproyeksikan mampu melakukan komputasi ribuan kali lebih cepat dibandingkan superkomputer klasik yang ada saat ini.
Baca Juga: Aturan Baru Purbaya: Dirjen Pajak Bisa Intip Transaksi Kripto dan Dompet Digital
Secara teoretis, risiko terbesar datang dari "Algoritma Shor". Perangkat ini memungkinkan komputer kuantum tingkat lanjut untuk melacak dan menemukan kunci privat (private key) hanya bermodalkan kunci publik (public key) yang terekspos di jaringan.
Ancaman ini terutama menyasar alamat-alamat Bitcoin lama yang tidak aktif namun menyimpan aset dengan nilai kumulatif mencapai ratusan miliar dolar AS.
Selain itu, para pakar keamanan siber kini mewaspadai taktik "Panen Sekarang, Dekripsi Nanti" (Harvest Now, Decrypt Later).
Dalam skema ini, peretas dapat mencuri dan menyimpan data terenkripsi hari ini, kemudian baru membukanya beberapa tahun lagi saat teknologi perangkat keras kuantum sudah mencapai tahap matang.
Dalam laporan terbarunya yang bertajuk Greed & Fear, Christopher Wood menekankan bahwa kemajuan ini melemahkan klaim Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai (store of value) yang aman bagi investor jangka panjang, termasuk bagi pengelola dana pensiun.
"Muncul kecemasan yang kian nyata di komunitas Bitcoin bahwa realitas teknologi kuantum mungkin hanya tinggal beberapa tahun lagi, bukan lagi satu dekade atau lebih," jelas Wood.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar