- Harga Bitcoin sempat menembus USD97.000 pada Kamis (15/1).
- Hal tersebut terjadi setelah inflasi AS Desember 2025 sesuai ekspektasi pasar.
- Stabilnya inflasi memberi ruang bagi aset berisiko seperti kripto, karena ketidakpastian kebijakan The Fed menurun.
Suara.com - Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan sempat menembus level USD97.000 sebelum terkoreksi tipis ke level USD95.000–USD96.000 pada Kamis (15/1) setelah rilis data inflasi Amerika Serikat Desember 2025 yang cenderung sesuai dengan ekspektasi pasar.
Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS), inflasi AS tercatat naik 0,3 secara bulanan dan 2,7% secara tahunan, sementara inflasi inti (core inflation rate) tetap terkendali di level 0,2% m/m dan 2,6% y/y.
Kenaikan inflasi tersebut terutama didorong oleh sektor perumahan (shelter) yang naik 0,4% m/m. Dalam kondisi inflasi yang relatif stabil dan terkendali, bank sentral (The Federal Reserve) umumnya memiliki ruang untuk mempertahankan, atau dalam kondisi tertentu menurunkan, suku bunga guna mendukung pertumbuhan ekonomi.
Menanggapi data tersebut, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai stabilnya inflasi memberi ruang bagi pasar kripto untuk bergerak lebih leluasa setelah periode konsolidasi yang cukup panjang.
"Angka inflasi Desember 2025 masih sejalan dengan ekspektasi, sehingga pasar relatif lebih tenang. Dalam kondisi seperti ini, investor global biasanya mulai kembali melirik aset berisiko, termasuk kripto, karena ketidakpastian kebijakan moneter menurun dan likuiditas global berpotensi tetap terjaga," ujar Antony.
"Untuk saat ini pelaku pasar akan fokus menunggu arah kebijakan suku bunga The Fed sambil mencermati data ekonomi berikutnya," tambahnya.
Selain faktor makro, penguatan Bitcoin juga terjadi di tengah aksi pembelian oleh institusi besar. Strategy Inc. mengumumkan penambahan kepemilikan Bitcoin senilai lebih dari USD1 miliar di awal 2026, yang menjadi pembelian terbesarnya sejak pertengahan 2025.
Langkah tersebut memperkuat posisinya sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar dan turut memberi dorongan sentimen pasar, meskipun permintaan ritel global masih cenderung terbatas.
Menurut Antony, konsistensi akumulasi oleh institusi besar memperkuat pandangan bahwa Bitcoin semakin dipandang sebagai aset dengan fundamental yang kuat.
Baca Juga: Dana Pengguna Indodax Hilang, Manajemen Buka Suara
"Institusi tidak masuk karena momentum sesaat. Akumulasi yang dilakukan secara berkelanjutan mencerminkan keyakinan jangka panjang terhadap Bitcoin, terlepas dari volatilitas jangka pendek yang masih terjadi," ujarnya.
Selain Bitcoin, sejumlah aset kripto utama lainnya juga mencatatkan penguatan dalam periode yang sama.
Ethereum, Solana, dan beberapa altcoin besar bergerak lebih agresif, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko setelah tekanan makro mereda.
INDODAX turut mengimbau pelaku pasar untuk tetap mengedepankan manajemen risiko yang disiplin dan melakukan riset secara mandiri atau Do Your Own Research (DYOR), mengingat volatilitas masih menjadi karakter utama dalam pasar aset kripto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Skincare Apa yang Bagus untuk Usia 50 Tahun ke Atas? Ini yang Wajib Ada
-
Suhardiman Amby Disebut Kumpulkan 46.500 Dolar Singapura untuk Menhut Raja Juli
-
Gesture Pegang Kerah Saat Masuk Rutan KPK, Febrie Adriansyah Stres, Cemas atau Emosi?
-
4 Shio Paling Beruntung pada 25 Juli 2026, Jalan Terasa Makin Mulus
-
Sisa Kuota Wajib Aktif, Meutya Hafid Perintahkan Audit Regulasi Pasca-Putusan MK
-
FC Barcelona 4-1 CE Europa: Sinyal Era Baru Hansi Flick Mulai Terlihat
-
Apakah Handbody Citra Bengkoang Bisa Mencerahkan Kulit? Cek Klaim dari Pengguna
-
Reshuffle Kabinet Prabowo Diprediksi Terjadi Agustus 2026, Ini Isyarat yang Diungkap Pengamat
-
Preview Semifinal VNL Putri 2026: 4 Tim Terbaik Berebut Tiket Final
-
KPK Telusuri Pertemuan Suhardiman Amby, Ketua DPRD Kuansing dengan Raja Juli