- Kendaraan listrik murni (BEV) merupakan instrumen paling efektif menekan beban subsidi energi dalam APBN negara.
- BEV dinilai memberikan dampak fiskal dan lingkungan lebih optimal dibandingkan kendaraan konvensional atau hybrid.
- Peningkatan adopsi BEV kunci mengurangi konsumsi BBM bersubsidi serta mendukung agenda transisi energi nasional.
Suara.com - Kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) dinilai menjadi instrumen paling efektif untuk menekan beban subsidi energi yang selama ini membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Di tengah tren kenaikan subsidi energi, adopsi kendaraan listrik disebut dapat menjadi solusi strategis pemerintah.
Praktisi dari SDCI, Sony Susmana, menilai dibandingkan kendaraan bermesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) maupun Hybrid Electric Vehicle (HEV), BEV memberikan dampak fiskal yang lebih optimal.
"Dibandingkan kendaraan bermesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) maupun Hybrid Electric Vehicle (HEV), BEV dinilai memberikan dampak fiskal dan lingkungan yang lebih optimal," ujarnya seperti dikutip, Selasa (20/1/2026).
Menurut Sony, peningkatan penggunaan kendaraan listrik murni menjadi kunci untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Selama ini, subsidi BBM masih menjadi salah satu pos pengeluaran terbesar negara.
"Dengan beralih ke transportasi berbasis listrik, pemerintah dinilai memiliki ruang lebih besar untuk mengendalikan tekanan fiskal sekaligus mendukung agenda transisi energi," katanya.
Data Kementerian Keuangan menunjukkan alokasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp 177,62 triliun, meningkat dibandingkan realisasi 2023 yang sebesar Rp 164,3 triliun.
Tren kenaikan tersebut dinilai menjadi sinyal kuat perlunya kebijakan yang mendorong pergeseran dari kendaraan berbasis fosil menuju kendaraan listrik.
"BEV memiliki potensi besar dalam menurunkan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Dalam jangka menengah hingga panjang, hal ini berdampak positif terhadap kesehatan fiskal negara," ujar Sony.
Baca Juga: Impor BBM 2026 untuk SPBU Swasta Dibuka, Kuota Siapa Paling Besar?
Selain manfaat fiskal, kendaraan listrik murni juga unggul dari sisi efisiensi energi. BEV tidak melalui proses pembakaran yang menyebabkan kehilangan energi, sehingga dinilai lebih efisien dibandingkan kendaraan konvensional maupun hybrid.
Seiring dengan pertumbuhan infrastruktur pengisian daya yang terus meningkat, kendaraan listrik murni dipandang dapat menjadi pilar utama dalam transformasi transportasi nasional.
Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada penurunan emisi, tetapi juga berperan penting dalam mengurangi beban subsidi energi yang terus membengkak.
"Dengan pertumbuhan infrastruktur pengisian daya yang terus meningkat, BEV diposisikan sebagai pilar utama dalam transformasi transportasi rendah emisi di Indonesia," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
IHSG Masih Kuat Bertahan di Level 9.100 pada Awal Perdagangan Selasa
-
OJK Minta Perbankan Antisipasi Imbas Rupiah Anjlok
-
Rekomendasi Saham dan Ide Trading IHSG Hari Ini Menurut Para Analis
-
Keponakan Prabowo Isi Posisi Calon Deputi Gubernur BI, Juda Agung Udah Resign Sejak 13 Januari
-
Harga Emas Melonjak Drastis di Pegadaian, Kenaikan Cukup Besar!
-
Kode SWIFT BCA Terbaru 2026 untuk Transaksi Internasional
-
BUMN Energi Bidik Zero Fatality, Standar Jam Kerja Jadi Sorotan Utama
-
Tekan Biaya Logistik Nasional, IPC TPK Perkuat Digitalisasi dan Konsep Hub & Spoke
-
LHKPN Bupati Pati, Sudewo yang Kena OTT KPK: Asetnya Tersebar dari Jabar Sampai Jatim
-
CFX Optimistis Industri Kripto Tumbuh Positif di 2026