- Harga minyak Brent dan WTI naik pada Selasa (20/1/2026) didorong optimisme permintaan pasca data ekonomi China melampaui estimasi.
- Pasar mencermati ancaman tarif AS 10% terhadap Eropa per 1 Februari terkait sengketa Presiden Trump mengenai Greenland.
- Penguatan harga juga didukung pelemahan dolar AS 0,3% akibat aksi jual menyikapi potensi konflik perdagangan internasional.
Suara.com - Harga minyak naik pada perdagangan Selasa (20/1/2026), menyusul data pertumbuhan ekonomi China yang melampaui ekspektasi sehingga memicu optimisme permintaan.
Pada saat yang sama, pasar tengah mencermati ancaman kenaikan tarif Amerika Serikat terhadap negara-negara Eropa terkait keinginan Presiden Donald Trump untuk membeli Greenland.
Mengutip dari Investing.com, harga minyak Brent berjangka naik 19 sen, atau 0,3 persen, menjadi 64,13 dolar AS per barel pada pukul 01.00 GMT atau pukul 08.00 WIB.
Minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk bulan Februari, yang berakhir pada hari Selasa, naik 25 sen atau 0,4 persen dibanding pada perdagangan Jumat, menjadi 59,69 dolar AS.
Sementara itu, kontrak WTI Maret yang lebih aktif diperdagangkan menguat 0,08 sen atau 0,13 persen ke level 59,42 dolar AS per barel.
Untuk sekedar diketahui, tidak ada penetapan harga pada Senin kemarin karena pasar Amerika Serikat libur memperingati Martin Luther King Jr. Day.
Analis pasar IG, Tony Sycamore, dalam laporannya menjelaskan bahwa harga minyak mentah WTI sedikit menguat berkat dukungan data PDB China kuartal IV-2025 yang melampaui estimasi pasar.
"Ketahanan di negara pengimpor minyak terbesar di dunia ini memberikan dorongan pada sentimen permintaan," katanya dalam sebuah catatan.
Berdasarkan data yang dirilis pada Senin (19/1), Ekonomi China tumbuh 5,0 persen tahun lalu, memenuhi target pemerintah dengan merebut pangsa permintaan global untuk barang yang mencapai rekor tertinggi, mengimbangi konsumsi domestik yang lemah.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Tipis, Setelah AS Batal Serang Iran
Strategi itu meredam dampak tarif AS tetapi semakin sulit untuk dipertahankan.
Data pemerintah juga menunjukkan bahwa kinerja kilang minyak China sepanjang 2025 meningkat 4,1 persen secara tahunan (yoy), sementara produksi minyak mentah tumbuh 1,5 persen. Keduanya berhasil mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Di sisi lain, kekhawatiran akan pecahnya perang dagang kembali meningkat pada akhir pekan lalu.
Hal ini dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berencana memberlakukan tarif tambahan sebesar 10 persen mulai 1 Februari terhadap barang-barang dari sejumlah negara Eropa, termasuk Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris.
Tarif tersebut diancam akan naik menjadi 25 persen pada 1 Juni jika kesepakatan mengenai pembelian Greenland tidak tercapai.
Sycamore menambahkan bahwa penguatan harga komoditas tersebut juga didorong oleh pelemahan dolar AS.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Turun Jadi USD 62,63 di November, BBM Gimana?
-
Imbas Blokade Tanker Venezuela oleh AS, Harga Minyak Brent dan WTI Melonjak
-
Harga Minyak Dunia Turun, di Tengah Menguatnya Perdamaian Rusia-Ukraina
-
Harga Minyak Menguat Lagi: AS Bersiap Tambah Pencegatan Kapal Tanker Venezuela
-
Harga Minyak Melonjak: AS Sita Kapal Tanker di Lepas Pantai Venezuela
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM