Peneliti CORE Indonesia sekaligus Guru Besar IPB Andreas Santosa (kedua dari kanan) memperingatkan risiko kerugian negara akibat menumpuknya stok beras di Bulog. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]
Baca 10 detik
- Peneliti CORE Andreas Santosa menyoroti risiko kerugian negara akibat penumpukan stok beras pemerintah yang besar tanpa strategi pelepasan jelas.
- Stok awal Bulog 3,36 juta ton; penambahan rencana hingga 7 juta ton melebihi kapasitas gudang 3 juta ton.
- Pemerintah diminta fokus pada tata kelola stok profesional, didukung data akurat, dan membebaskan Bulog dari intervensi.
“Bukan kemudian Bulog ditimbun beras sedemikian besar, enggak tahu cara menjualnya, melepaskannya,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia meminta pemerintah memperkuat kebijakan pangan yang berbasis fakta dan data yang akurat. Ia menilai, perbaikan data dasar, prakiraan pasar, serta manajemen risiko harus menjadi pijakan utama dalam menentukan kebijakan stok pangan pemerintah.
“Jangan kebijakan berdasarkan hapalan, kepentingan pribadi, berdasarkan ego, dan lain sebagainya. Tapi berlandaskan fakta," pungkasnya.
Komentar
Berita Terkait
-
Bos Bulog Ungkap Stok Beras Melimpah di Aceh Jelang Ramadan
-
Harga Beras SPHP Semua Wilayah Rp 12.500 per Kg, Pengecer Untung?
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Volume Transmisi Gas PGN Naik, EBITDA Tembus USD971,2 Juta
-
Respons Garuda Indonesia Usai Tak Lagi Dapat Bintang 5 dari Skytrax
-
Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD100 Pekan Depan
-
Sudah Punya Direksi Asing, Tapi Garuda Indonesia Malah Turun Kasta Jadi Bintang 4
-
Garuda Indonesia Turun Kasta Jadi Bintang 4, Kenyamanan dan Fasilitas Menurun
-
Ketum PERBANAS Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
-
Elektrifikasi Jalur Kereta Malaysia Rampung Lebih Cepat, PLN Group Perkuat Reputasi Internasional
-
Wapres Cek Proyek Strategis Senilai Rp1,4 T di Tuban, Siap Genjot Ekspor Semen ke Pasar Global
-
Fitch Semprot Outlook RI Jadi Negatif, Menkeu Purbaya Jujur: Salah Saya Juga!
-
Pertamina Tegaskan Stok BBM Aman: Cadangan Nasional Bisa Tahan hingga 35 Hari