- BEI menghentikan sementara perdagangan saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) mulai sesi I, Rabu, 21 Januari 2026.
- Penghentian ini disebabkan oleh peningkatan harga kumulatif saham RLCO yang sangat signifikan, demi melindungi investor.
- Sebelum suspensi, saham RLCO melonjak drastis 917,54% dalam sebulan terakhir, dengan harga penutupan Rp 8.700.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara atau suspensi perdagangan beberapa emiten. Salah satunya PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) mulai sesi I, Rabu (21/1/2026).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan langkah tersebut diambil menyusul terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham RLCO.
"Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada Saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) dan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor," tulis Yulianto dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).
PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 21 Januari 2026 sampai dengan Pengumuman Bursa lebih lanjut.
Untuk itu, BEI mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan.
"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan," tandasnya.
Pada perdagangan sebelum suspensi atau tepatnya pada Selasa (20/1/2026), saham RLCO melesat 20 persen ke level Rp 8.700. Dalam sebulan perdagangan terakhir, pergerakan harga saham RLCO melonjak drastis hingga 917,54 persen.
Sebagai informasi, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di sektor barang konsumsi non-primer, dengan fokus utama pada pengolahan serta perdagangan produk turunan sarang burung walet.
Aktivitas bisnisnya tidak hanya terbatas pada bahan mentah, tetapi juga mencakup produk kesehatan siap konsumsi dengan nilai tambah tinggi.
Baca Juga: Ekuitas Modal Terpenuhi, Emiten JMAS Bidik Pendapatan 20 Persen di 2026
Merek utama yang digunakan perseroan adalah Realfood, yang selama beberapa tahun terakhir dikenal luas di segmen makanan dan minuman fungsional.
Produk-produk RLCO dipasarkan untuk berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Berita Terkait
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Daftar 70 Saham Force Delisting Awal 2026, Ada Emiten Sejuta Umat dan BUMN
-
Minat IPO Sepi di 2025, BEI Lapor Hanya Capai 26 Emiten
-
Emiten TRON Perkuat Bisnis Kendaraan Listrik, Jajaki Pengadaan 2.000 Unit EV
-
Pasca Akusisi, Emiten Properti Milik Pengusahan Indonesia Ini Bagikan Dividen
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM