- Bursa Efek Indonesia membuka kembali perdagangan delapan emiten saham yang sebelumnya disuspensi pada Kamis, 22 Januari 2026.
- Suspensi perdagangan saham dilakukan akibat adanya pergerakan harga saham yang signifikan sebelum akhirnya dibuka kembali.
- Delapan emiten tersebut meliputi SOCI, BIPI, MDIA, IBOS, HOPE, ZATA, BAIK (dan BAIK-W), serta VISI di Pasar Reguler dan Tunai.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan saham beberapa perusahaan yang sempat kena suspensi.
Sebanyak delapan emiten telah dibuka kembali sahamnya pada hari ini, Kamis (22/1/2026).
Adapun, suspensi dilakukan lantaran pergerakan saham signifikan terhadap emiten-emiten tersebut.
Namun, setelah diperiksa, BEI kembali membuka perdagangan saham tersebut.
Berikut daftar lengkap delapan emiten yang kembali dibuka pada perdagangan saham di pasar modal dilansir dari keterbukaan BEI:
1. PT Soechi Lines Tbk (SOCI)
Perusahaan yang bergerak bergerak di bidang pelayaran dan galangan kapal, khususnya pengangkutan produk minyak, gas, kimia, dan sawit telah dibuka sahamnya.
Hal ini merujuk pada Pengumuman Bursa Peng-SPT-00026/BEI.WAS/01-2026 tanggal 12 Januari 2026.
"Berdasarkan penilaian Bursa, maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham PT Soechi Lines Tbk (SOCI) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 22 Januari 2026," tulis pengumuman di keterbukaan BEI.
Baca Juga: Sahamnya Melesat 5.078 Persen, Kapan RLCO Lepas Suspend BEI?
2. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk
Emiten BIPI (PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk) yang bergerak di bidang infrastruktur energi terintegrasi telah dibuka sahamnya.
Hal ini merujuk pada Pengumuman Bursa Peng-SPT-00022/BEI.WAS/01-2026 tanggal 9 Januari 2026.
"Berdasarkan penilaian Bursa, maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 22 Januari 2026," tulisnya.
3. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
Berdasarkan penilaian bursa, maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 22 Januari 2026.
Berita Terkait
-
BEI Lapor Belom Ada BUMN yang Berminat IPO di Awal 2026
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Jelang Pergantian Direksi BEI, Purbaya Minta Tukang Goreng Saham Ditangkap
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Daftar 70 Saham Force Delisting Awal 2026, Ada Emiten Sejuta Umat dan BUMN
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Usai Copot Febrio dan Luky, Purbaya Tunjuk Dua Nama Ini Sebagai Penggantinya
-
Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp 803 Miliar di Kuartal 1 2026
-
BCA Bakal Tebar Dividen Tiga Kali di 2026, Simak Jadwalnya
-
Harga Plastik Selangit, Menperin Minta Industri Makanan dan Minuman Pakai Kertas
-
Suku Bunga hingga Ego Pasar: Menakar Napas Baru Industri Properti di Tengah Ketidakpastian
-
Menakar Kemandirian Ekonomi Perempuan RI
-
KIPP Harita Group Dorong Rekor Pertumbuhan Ekonomi Kayong Utara Tembus 5,89% di 2025
-
Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS, Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Aksi Militer Iran
-
Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp17.284 per Dolar AS
-
Update Harga Pangan 24 April 2026: Cabai Rawit dan Bawang Putih Anjlok