- Enam perusahaan infrastruktur dan pertambangan lighthouse bersiap melantai di BEI melalui IPO awal tahun 2026.
- IPO 2026 diprediksi didominasi sektor swasta karena emiten BUMN belum terdaftar dalam antrean tersebut.
- BEI menetapkan masterplan 2026-2030 bertujuan menjadikan pasar modal inovatif, transparan, dan berdaya saing global.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan sudah ada perusahaan yang akan melantai bursa atau initial public offering (IPO). Rencananya, ada perusahaan lighthouse dari sektor infrastruktur dan pertambangan pada awal 2026
Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, perusahaan yang masuk dalam radar lighthouse saat ini masih dalam tahap persiapan teknis di awal tahun 2026.
"Ada enam perusahaan (lighthouse)," ujar Iman saat ditemui usai pembukaan perdagangan BEI 2026, seperti yang ditulis, Minggu (4/1/2026).
Namun, emiten BUMN tidak berada dalam daftar antrean IPO lighthouse itu. Untuk itu, IPO di tahun 2026 masih akan didominasi oleh sektor swasta.
"Dari (BUMN) belum ada, sejauh ini belum ada proses," imbuhnya.
Sementara itu, BEI telah menyiapkan masterplan pengembangan pasar modal 2026-2030 untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan dan meningkatkan daya saing global.
Dalam peta jalan tersebut, BEI menetapkan tujuan besar pada 2030, yakni membangun pasar modal yang inovatif, transparan, inklusif, serta tumbuh secara global.
"Target ambisius ini didukung oleh penguatan infrastruktur pasar, peningkatan kualitas emiten dan investor, serta perluasan partisipasi publik," kata Iman.
Ia menambahkan, BEI juga mendorong inovasi produk dan pendalaman pasar agar pasar modal tidak hanya tumbuh dari sisi nilai, tetapi juga berperan lebih besar dalam pembiayaan jangka panjang ekonomi nasional.
Baca Juga: Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
"Kami percaya agar tercapai visi ini dibutuhkan sinergi seluruh stakeholder, untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari emiten, anggota bursa, dan seluruh pemangku kepentingan agar Master Plan BEI 2026-2030 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi pasar modal Indonesia," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern
-
Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global
-
Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja
-
FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia
-
Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026
-
Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026
-
Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026
-
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
-
OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE
-
Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit