- Sebanyak 18 BPR dan BPRS masih dalam proses likuidasi oleh LPS per tanggal 22 Januari 2026.
- LPS telah melikuidasi 147 BPR/BPRS dan satu bank umum sejak tahun 2005 hingga akhir 2025.
- Total aset LPS pada Desember 2025 mencapai Rp276,2 triliun dengan surplus operasional sebesar Rp33,8 triliun.
Suara.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebutkan masih ada perbankan yang bangkrut.
Adapun, belasan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) bakal likuidasi.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar, mengatakan 22 Januari 2026, terdapat 18 BPR/BPRS dalam proses likuidasi LPS.
"Sampai dengan hari ini, masih terdapat 18 BPR dan BPRS yang masih dalam proses likuidasi," ujar Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, dalam konferensi persnya di Kantor LPS, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Sementara sepanjang 2005 hingga 31 Desember 2025, LPS telah melikuidasi satu bank umum, 130 BPR dan 16 BPRS, serta melakukan penempatan modal sementara pada 1 bank umum dan konversi modal (bail-in) pada 1 BPR.
Dalam hal ini, total simpanan bank yang dilikuidasi sebanyak Rp3,99 triliun untuk 500.818 nasabah.
Rincian status simpanan layak bayar (SLB) sebesar Rp3,4 triliun (85,17 persen ) dan simpanan tidak layak bayar (STLB) Rp 592,14 miliar (14,83 persen).
Dari jumlah tersebut, terdapat simpanan tidak layak bayar (STLB) sebesar Rp592,14 miliar atau 14,83 persen. Sementara simpanan layak bayar (SLB) tercatat sebesar Rp3,4 triliun atau 85,17 persen.
“Penyebab utama dari yang tidak layak bayar adalah karena rata-rata suku bunganya di atas tingkat bunga penjaminan (TBP) LPS sekitar 64,95 persen, disusul karena menyebabkan bank tidak sehat sekitar 29,02 persen dan yang tidak tercatat di bank 6,02 persen,” bebernya.
Baca Juga: Gara-gara Ini, Jumlah Tabungan Rp5 Miliar Meningkat
Sementara itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang solid sepanjang 2025.
Hingga Desember 2025, total aset LPS tercatat meningkat 13,6 persen secara tahunan menjadi Rp276,2 triliun (unaudited) dibandingkan 2024 sebesar Rp243,16 triliun.
Dari sisi cadangan penjaminan, LPS juga mencatat kenaikan 13,3 persen menjadi Rp213,4 triliun, dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya yakni Rp188,33 triliun.
"Dengan perkembangan tersebut, LPS membukukan surplus sebesar Rp33,8 triliun pada 2025, naik 13,8 persen dari tahun sebelumnya. Selanjutnya, cadangan penjaminan LPS meningkat 13,3 persen menjadi Rp213,4 triliun," tandasnya.
Berita Terkait
-
Harga Bahan Pokok Tinggi, Tabungan Kelas Menengah Makin Menipis
-
LPS soal Indeks Situasi Saat Ini: Orang Miskin RI Mengelus Dada
-
Minat Masyarakat untuk Menabung di Bank Turun pada September 2025, Apa Penyebabnya?
-
Rapat Paripurna Sepakat RUU P2SK Jadi Usulan DPR
-
Intip Aset Properti Ketua LPS Baru Anggito Abimanyu
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
Terkini
-
Efek Harga BBM Naik: Kelas Menengah Jadi Korban, Konsumsi Petralite Makin Tinggi
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Antam Tebar Dividen Rp5 Triliun, Tiap Pemegang Saham Dapat Jatah Jumbo!
-
Harga Pertamax Naik, Waspada Potensi Antrean Panjang di SPBU
-
IHSG Terus Gaspol Dekati Level Rp 6.000, BBCA Masih Gacor
-
Kenaikan Harga Pertamax Hantam Pengemudi Ojol, Pendapatan Terancam Tergerus
-
Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax
-
Rupiah Menguat Berkat Keberanian Pemerintah Naikkan Harga Pertamax
-
Pertamax Naik, Kurir Paket Serba Salah: Mau Hemat Takut Motor Bermasalah
-
Harga Pertamax Naik, Pengecer 'Pertamini' Tes Ombak Jual 18 ribu per Liter