- LPS mencatat pertumbuhan signifikan tabungan masyarakat di atas Rp5 miliar mencapai 22,76 persen secara tahunan (yoy).
- Pertumbuhan tabungan besar ini diduga dipengaruhi penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Kemenkeu ke bank BUMN.
- Kredit perbankan tumbuh 9,63 persen per Desember 2025, ditopang kuat oleh penyaluran kredit investasi secara nasional.
Suara.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan jumlah tabungan di atas Rp5 miliar cukup meningkat.
Hal itu sejalan dengan langkah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke sejumlah perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS, Ferdinan D. Purba, mengatakan pertumbuhan angka tabungan masyarakat di atas Rp5 miliar meningkat signifikan.
Berdasarkan data LPS, tabungan masyarakat di atas Rp 5 miliar tumbuh hingga 22,76 persen secara tahunan (yoy).
"(Tabungan) di atas Rp5 miliar ini juga tumbuh dan pertumbuhannya cukup tinggi. Itu 22,76 persen pertumbuhannya. Ini mungkin juga dikontribusi adanya penempatan dana SAL pemerintah itu mungkin persentasenya cukup tinggi jadinya itu," ujarnya dalam paparan Tingkat Bunga Bank di Kantor LPS, Kamis (22/1/2026).
Namun, untuk tabungan di bawah Rp100 juta tumbuh sebesar 3,43 persen yoy. Dia mengatakan, pertumbuhan ini melambat jika dibanding tahun sebelumnya.
"Di bawah Rp100 juta ini pertumbuhannya year-on-year itu 3,43 persen Jadi memang kalau dilihat dari pertumbuhan total dia tidak terlalu lebih rendah dibandingkan (tahun sebelumnya), tapi dia tumbuh," jelasnya.
Dia pun menambahkan, beberapa perkembangan industri perbankan nasional, antara lain meliputi fungsi intermediasi perbankan yang tetap terjaga diikuti dengan kondisi permodalan dan likuiditas yang kuat, serta tingkat risiko kredit yang terkendali.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63 persen (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Baca Juga: LPS: Bunga Penjaminan Simpanan Bank Masih 3,5 Persen
Sementara itu dana pihak ketiga (DPK) tumbuh membaik sebesar 13,83 persen (yoy) dikontribusi terutama dari peningkatan aktivitas belanja pemerintah dan korporasi.
Selanjutnya, ketahanan permodalan perbankan berada pada level yang tinggi sebagai upaya bank dalam memitigasi potensi risiko kredit dan risiko pasar.
Berita Terkait
-
Serahkan Rp 6 Triliun ke BSN, BTN Akan Terbitkan Obligasi Untuk Tambah Modal
-
Strategi Menabung untuk Pendidikan Anak: Panduan Lengkap untuk Orang Tua Bijak
-
LPS : Program Penjaminan Polis, Instrumen Penting Tingkatkan Kepercayaan Publik
-
Waduh, 51 Juta Masyarakat Indonesia Belum Punya Rekening Tabungan
-
Pemilik Tabungan 'Sultan' di Atas Rp5 Miliar Makin Gendut
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
Terkini
-
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
-
Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi
-
Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!
-
Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter
-
Efek Harga BBM Naik: Kelas Menengah Jadi Korban, Konsumsi Petralite Makin Tinggi
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Antam Tebar Dividen Rp5 Triliun, Tiap Pemegang Saham Dapat Jatah Jumbo!
-
Harga Pertamax Naik, Waspada Potensi Antrean Panjang di SPBU
-
IHSG Terus Gaspol Dekati Level Rp 6.000, BBCA Masih Gacor
-
Kenaikan Harga Pertamax Hantam Pengemudi Ojol, Pendapatan Terancam Tergerus