- Harga emas Antam per gram pada Jumat, 23 Januari 2026, mencapai Rp2.880.000, naik Rp 90.000 dari hari sebelumnya.
- Harga emas dunia (XAU/USD) menguat mendekati rekor tertinggi karena meningkatnya permintaan aset lindung nilai akibat ketegangan geopolitik.
- Penguatan harga emas global didukung oleh antisipasi suku bunga lebih rendah dan ekspektasi kenaikan pembelian oleh bank sentral.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 23 Januari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.880.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia,harga emas Antam itu melonjak Rp 90.000 dibandingkan hari Kamis, 22 Januari 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.715.000 per gram.
Harga buyback itu berbalik lompat tinggi Rp 90.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.490.000
- Emas 1 Gram Rp 2.880.000
- Emas 2 gram Rp 5.700.000
- Emas 3 gram Rp 8.525.000
- Emas 5 gram Rp 14.175.000
- Emas 10 gram Rp 28.295.000
- Emas 25 gram Rp 70.612.000
- Emas 50 gram Rp 141.145.000
- Emas 100 gram Rp 282.212.000
- Emas 250 gram Rp 705.265.000
- Emas 500 gram Rp 1.410.320.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.820.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.
Harga Emas Dunia Pecah Rekor
Harga emas dunia kembali melanjutkan reli dan mendekati level tertinggi sepanjang masa. Mengutip FXStreet, harga emas (XAU/USD) menguat hingga sekitar USD 4.950 pada sesi awal perdagangan Asia, Jumat, seiring meningkatnya permintaan aset aman (safe-haven).
Penguatan emas didorong meningkatnya risiko geopolitik global serta kekhawatiran terhadap ancaman independensi Federal Reserve (The Fed). Kondisi tersebut membuat investor kembali memburu logam mulia sebagai aset lindung nilai.
Baca Juga: Harga Emas Antam Akhirnya Turun Jadi Rp 2.790.000/Gram
FXStreet mencatat, emas berpeluang mencetak rekor tertinggi baru dan berada di jalur kenaikan mingguan lebih dari 7 persen. Ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan seperti Venezuela, Iran, dan Greenland menjadi pemicu utama arus masuk dana ke aset safe-haven tradisional, termasuk emas.
Selain faktor geopolitik, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan memilih Ketua The Fed berikutnya untuk menggantikan Jerome Powell. Ketua The Fed yang lebih dovish berpotensi memperkuat spekulasi penurunan suku bunga lebih lanjut tahun ini.
Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah dinilai akan menopang harga emas, lantaran menurunkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.
Namun demikian, FXStreet juga mencatat adanya potensi tekanan bagi harga emas. Harapan tercapainya solusi atas ambisi Trump terkait Greenland dapat mengurangi permintaan safe-haven.
Trump menyatakan akan mundur dari rencana penerapan tarif terhadap barang-barang Eropa yang menentang upayanya mengambil alih Greenland, serta mengklaim AS dan NATO telah membentuk kerangka kerja kesepakatan masa depan terkait wilayah tersebut.
Meski begitu, prospek bullish emas dinilai masih solid. "Harga emas mungkin sedang melambat, tetapi pasar bullish masih tetap utuh dengan ekspektasi penurunan suku bunga, ketegangan geopolitik yang terus berlanjut, dan pembelian yang kuat oleh bank sentral yang membuat risiko tetap condong ke arah kenaikan," kata Ewa Manthey, ahli strategi komoditas di ING Groep NV.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM
-
Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya
-
Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad
-
Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!