- Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) disorot menjelang evaluasi indeks MSCI global pada Februari mendatang.
- Meskipun harga saham BUMI melemah signifikan, sekuritas besar memprediksi kenaikan kelas ke MSCI Standard Cap Index.
- BUMI berupaya diversifikasi bisnis ke sektor non-batubara, menargetkan kontribusi EBITDA 50% pada tahun 2030.
Suara.com - Emiten PT Bumi Resources Tbk (BUMI) jadi salah satu yang pergerakannya paling disorot pasar selama dua pekan ke belakang seiring evaluasi indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Februari mendatang.
Meski masuk dalam radar rebalancing, pergerakan saham BUMI justru mengalami tekanan teknikal dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (23/1/2026) pagi, saham BUMI sempat melemah 1,72% ke level Rp342 per saham.
Jelang pembukaan pasar besok Senin (26/1/2026), BUMI berada di kisaran Rp360.
Penurunan ini melanjutkan tren negatif setelah sebelumnya anjlok hingga 9,84% pada Kamis (22/1). Secara akumulatif, nilai saham emiten tambang ini telah tergerus sekitar 16,59% dalam kurun waktu sepekan.
Prediksi Saham BUMI Menuju MSCI Standard Cap
Meski harga sedang berfluktuasi, sejumlah sekuritas besar tetap optimis terhadap posisi BUMI di kancah global.
Indo Premier dan Trimegah Sekuritas menempatkan BUMI sebagai kandidat dengan probabilitas tertinggi untuk naik kelas ke MSCI Standard Cap Index, menyusul performanya yang saat ini sudah terdaftar dalam MSCI Small Cap.
Analis menilai penurunan harga yang terjadi baru-baru ini dipicu oleh aksi crossing saham di pasar negosiasi.
Baca Juga: Aksi Jual Asing Marak, Saham BBCA Sudah 'Diskon' Hampir 10 Persen
Walaupun menyebabkan koreksi jangka pendek, transaksi tersebut dipandang memiliki latar belakang positif bagi struktur kepemilikan perusahaan di masa depan.
Jika BUMI resmi masuk dalam indeks MSCI, hal ini diperkirakan akan memicu aliran dana asing (inflow) yang masif dan mendorong penguatan harga.
BUMI tidak hanya mengandalkan komoditas batubara. Perusahaan tengah gencar melakukan diversifikasi bisnis untuk mencapai target kontribusi EBITDA non-batubara sebesar 50% pada tahun 2030.
Tren kenaikan pendapatan dari sektor non-batubara terus menunjukkan grafik positif, pada 2023, pendapatan berkisar 2% dari total pendapatan. Kemudian pada 2024 meningkat menjadi 5% dan proyeksi 2025 mencapai 10%.
Prediksi Harga Saham BUMI
Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, dalam ulasannya pada Jumat (23/1/2026), menyarankan strategi Buy on Weakness bagi para pemodal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian