- Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) disorot menjelang evaluasi indeks MSCI global pada Februari mendatang.
- Meskipun harga saham BUMI melemah signifikan, sekuritas besar memprediksi kenaikan kelas ke MSCI Standard Cap Index.
- BUMI berupaya diversifikasi bisnis ke sektor non-batubara, menargetkan kontribusi EBITDA 50% pada tahun 2030.
Area Beli: Rp336 – Rp348.
Target Harga Terdekat: Rp360 – Rp364.
Stop Loss (Cut Loss): Di bawah Rp336 jika harga bergerak di luar ekspektasi.
Untuk jangka panjang, para pengamat pasar modal memberikan proyeksi yang cukup optimistis. Meski beberapa analis mematok target agresif di angka Rp1.000, pandangan konservatif memperkirakan harga saham BUMI akan stabil di kisaran Rp600 hingga Rp800 pada tahun 2026 ini.
DISCLAIMER: Investasi saham dan aset kripto memiliki risiko tinggi yang dipengaruhi oleh dinamika pasar global serta kinerja internal emiten. Artikel ini bersifat informatif sebagai referensi berita ekonomi dan bukan merupakan instruksi mutlak untuk melakukan transaksi beli atau jual. Keputusan investasi tetap berada pada tanggung jawab pribadi investor dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati
-
Tak Hanya Ciki dan Elektronik, Masyarakat Bisa Berburu Emas Batangan di PRJ