- IHSG pada Jumat, 23 Januari 2026, ditutup melemah 0,46 persen ke level 8.951 akibat kekhawatiran metodologi baru MSCI.
- LPS mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) rupiah dan valas yang berlaku efektif mulai 1 Februari 2026.
- Volume transaksi harian mencapai 61,01 miliar saham dengan 521 saham mengalami penurunan harga secara keseluruhan.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memerah pada akhir perdahangan, Jumat, 23 Januari 2026. IHSG berakhir di level 8.951, turun 0,46 persen, di tengah kekhawatiran pasar terhadap rencana perubahan metodologi Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Riset Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya menyebut, tekanan tersebut muncul akibat antisipasi penerapan metodologi baru MSCI dalam penghitungan free-float saham-saham Indonesia.
Kebijakan ini dikhawatirkan memicu aksi jual investor asing, khususnya pada saham-saham dengan kepemilikan mayoritas oleh institusi besar atau konglomerasi.
Meski demikian, pelemahan IHSG tertahan oleh aksi rebound pada sejumlah saham sehingga penurunan tidak semakin dalam.
Dari sisi kebijakan domestik, sentimen datang dari keputusan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP).
LPS menetapkan TBP simpanan rupiah pada bank umum tetap di level 3,5 persen, simpanan rupiah pada BPR 6 persen, serta TBP simpanan valas bank umum 2 persen. Ketentuan ini berlaku mulai 1 Februari hingga 31 Mei 2026.
Secara teknikal, tekanan jual pada saham berkapitalisasi besar mendorong indikator MACD IHSG membentuk death cross, sementara Stochastic RSI bergerak menuju area oversold. IHSG tercatat ditutup di bawah MA5, namun masih bertahan di atas MA20 dan MA50, setelah sempat menembus MA20 secara intraday.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi pada kisaran 8.850–9.050. Level support berada di area 8.850, dengan pivot di 8.950, sementara resistance di level 9.050. Jika IHSG mampu ditutup di atas resistance tersebut, peluang rebound lanjutan dinilai terbuka.
Trafik Perdagangan
Baca Juga: Investor RI Kini Bisa Short Option Saham AS
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 61,01 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 31,92 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,23 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 200 saham bergerak naik, sedangkan 521 saham mengalami penurunan, dan 237 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, LMPI, RMKO, BAIK, JTPE, INAI, INTD, LPCK, BLUE, ITMA, TOOL, JAST.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, UANG, KIOS, PTRO, PUDP, ZATA, HOPE, BBRM, PGUN, LPPS, INOV, DAAZ.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
MBG Sukses Ciptakan Ekosistem Rantai Pasok Baru di Daerah
-
Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah
-
Indonesia Tak Bisa Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini, Airlangga Bongkar Alasannya
-
Chatib Basri Kaget Menkes Budi Gunadi Sadikin Juga Diundang ke Istana
-
Dasco: Pak Luhut dan Chatib Basri Mengadap Presiden Prabowo soal Strategi Ekonomi
-
Purbaya Target Defisit APBN 1,8-2,4 Persen di 2027
-
Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Chatib Basri di Istana
-
Lauk Ayam dan Usus Mulai Naik di Warteg, Kelas Menengah Mulai Kurangi Porsi
-
Tanggapi Isu 'Sell Indonesia', Bos OJK Beri Peringatan Keras ke Investor
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana