Bisnis / Energi
Minggu, 25 Januari 2026 | 10:30 WIB
BRIN mengatakan perlu komitmen pemerintah untuk kembangkan PLTN di Indonesia. Foto: Inti nuklir di dalam kolam reaktor riset nuklir di reaktor serba guna G.A. Siwabessy milik Batan, Puspiptek, Tangerang Selatan, Banten. [Antara]
Baca 10 detik
  • Rusia menegaskan keseriusan menjadi mitra strategis pembangunan PLTN Indonesia sejalan target 2032.
  • Rusia menawarkan teknologi nuklir SMR dan PLTN terapung untuk menopang ketahanan energi nasional.
  • Indonesia menimbang tawaran Rusia bersamaan studi kelayakan SMR yang didukung Amerika Serikat.

Saat ini, kepastian arah kebijakan nuklir nasional berada pada keputusan pemerintah terkait penandatanganan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pembentukan Organisasi Pelaksana Program Energi Nuklir (Nuclear Energy Program Implementing Organization).

Transisi Energi dan Komitmen Net Zero Emission

Wacana nuklir di Indonesia yang telah ada sejak era 1950-an kini mendapatkan momentum baru berkat komitmen Net Zero Emission (NZE) 2060.

Sebagai sumber energi baseload, nuklir dipandang unggul karena sifatnya yang stabil dan tidak bergantung pada cuaca, berbeda dengan energi surya atau angin yang bersifat fluktuatif (intermittent).

Secara geopolitik, persaingan antara Rosatom yang memiliki rekam jejak operasional panjang dan NuScale yang menawarkan inovasi modular terbaru menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam menentukan arah transisi energi bersih di Asia Tenggara.

Load More