- Pada Minggu (24/5/2026), Badan Pangan Nasional mencatat harga pangan nasional fluktuatif dengan mayoritas komoditas mengalami penurunan.
- Komoditas cabai seperti cabai merah besar dan keriting mengalami penurunan harga paling dalam, mencapai lebih dari lima persen.
- Beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, termasuk beras medium non SPHP dan daging sapi murni, berdasarkan data BPN.
Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional pada Minggu (24l5/1/2026) terpantau fluktuatif. Sejumlah komoditas strategis seperti cabai hingga beberapa jenis beras tercatat mengalami perubahan harga dibandingkan hari sebelumnya.
Berdasarkan panel harga Badan Pangan Nasional (BPN) di situs badanpangan.go.id, penurunan paling dalam terjadi pada komoditas cabai merah besar.
Harga rata-rata nasionalnya kini berada di level Rp 34.391 per kilogram, turun Rp 2.040 atau 5,60 persen.
Penurunan tajam juga terjadi pada cabai merah keriting. Harga rata-ratanya berada di angka Rp 34.373 per kilogram setelah turun Rp 1.890 atau 5,21 persen.
Sementara cabai rawit merah ikut terkoreksi. Harga rata-rata cabai rawit merah kini berada di level Rp 49.221 per kilogram, turun Rp 1.483 atau 2,92 persen.
Tak hanya cabai, harga bawang merah juga terpantau melemah. Bawang merah tercatat berada di angka Rp 39.492 per kilogram setelah turun Rp 1.373 atau 3,36 persen.
Di sisi lain, bawang putih bonggol juga mengalami penurunan. Harga rata-rata nasionalnya kini berada di level Rp 38.001 per kilogram, turun Rp 411 atau 1,07 persen.
Komoditas kedelai biji kering impor turut terkoreksi. Berdasarkan data BPN, kedelai biji kering impor tercatat Rp 10.793 per kilogram setelah turun Rp 126 atau 1,15 persen.
Sementara itu, harga daging ayam ras juga bergerak turun. Harga rata-rata nasionalnya kini berada di angka Rp 38.596 per kilogram, turun Rp 333 atau 0,86 persen.
Baca Juga: Bulog Mau Bangun 100 Gudang
Untuk komoditas daging kerbau, harga daging kerbau beku impor tercatat Rp 109.122 per kilogram setelah turun Rp 1.067 atau 0,97 persen.
Sedangkan daging kerbau segar lokal berada di level Rp 138.864 per kilogram, turun Rp 1.414 atau 1,01 persen.
Harga tepung terigu juga terpantau turun pada dua kategori. Tepung terigu curah tercatat Rp 9.587 per kilogram, turun Rp 43 atau 0,45 persen, sedangkan tepung terigu kemasan berada di level Rp 12.717 per kilogram setelah turun Rp 145 atau 1,13 persen.
Di sektor minyak goreng, harga Minyakita tercatat turun menjadi Rp 17.456 per liter setelah turun Rp 173 atau 0,98 persen. Minyak goreng curah juga turun menjadi Rp 17.558 per liter, terkoreksi Rp 63 atau 0,36 persen.
Namun, harga minyak goreng kemasan justru naik tipis. Minyak goreng kemasan tercatat Rp 20.915 per liter setelah naik Rp 47 atau 0,23 persen.
Pergerakan berbeda terlihat pada komoditas beras. Beras premium tercatat turun menjadi Rp 15.473 per kilogram setelah turun Rp 54 atau 0,35 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen
-
Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax
-
MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG
-
Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup
-
Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi
-
Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah
-
Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah