Bisnis / Keuangan
Minggu, 25 Januari 2026 | 12:41 WIB
Pedagang menata cabai rawit dagangannya di pasar Cibubur, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pada Minggu (24/5/2026), Badan Pangan Nasional mencatat harga pangan nasional fluktuatif dengan mayoritas komoditas mengalami penurunan.
  • Komoditas cabai seperti cabai merah besar dan keriting mengalami penurunan harga paling dalam, mencapai lebih dari lima persen.
  • Beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, termasuk beras medium non SPHP dan daging sapi murni, berdasarkan data BPN.

Beras medium juga mengalami penurunan. Harga rata-rata nasional beras medium kini berada di level Rp 13.271 per kilogram, turun Rp 73 atau 0,55 persen.

Beras SPHP pun ikut turun tipis. Harga rata-rata beras SPHP tercatat Rp 12.410 per kilogram setelah turun Rp 26 atau 0,21 persen.

Meski begitu, beras medium non SPHP justru mengalami kenaikan. Komoditas tersebut tercatat Rp 13.870 per kilogram setelah naik Rp 25 atau 0,18 persen.

Kenaikan juga terjadi pada beras khusus lokal. Berdasarkan data BPN, beras khusus lokal berada di level Rp 15.761 per kilogram setelah naik Rp 199 atau 1,28 persen.

Sementara untuk komoditas jagung tingkat peternak, harga rata-rata nasional tercatat turun menjadi Rp 6.814 per kilogram. Angka tersebut turun Rp 157 atau 2,25 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Di sisi perikanan, ikan bandeng tercatat turun menjadi Rp 35.554 per kilogram setelah turun Rp 717 atau 1,98 persen.

Ikan tongkol turun tipis menjadi Rp 36.273 per kilogram, sedangkan ikan kembung berada di level Rp 44.198 per kilogram setelah turun Rp 18 atau 0,04 persen.

Adapun komoditas daging sapi murni terpantau mengalami kenaikan. Harga rata-rata nasionalnya kini berada di level Rp 136.633 per kilogram setelah naik Rp 403 atau 0,30 persen.

Garam konsumsi juga tercatat mengalami penurunan. Harga rata-rata nasionalnya berada di angka Rp 11.402 per kilogram, turun Rp 120 atau 1,04 persen.

Baca Juga: Bulog Mau Bangun 100 Gudang

Load More