- Kementerian PU mempercepat penanganan pascabencana Aceh secara terpadu lintas sektor sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
- Sektor Sumber Daya Air fokus pembenahan bendung, penguatan sungai, dan penyediaan air sementara melalui sumur bor.
- Pembersihan sarana publik serta pembangunan puskesmas darurat dan hunian terpadu dilakukan untuk layanan dasar.
Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan pascabencana di Provinsi Aceh secara terpadu. Langkah ini dilakukan lintas sektor mulai dari Sumber Daya Air, Bina Marga, Cipta Karya, hingga Prasarana Strategis guna mempercepat pemulihan layanan dasar pascabencana Sumatera.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan penanganan infrastruktur pascabencana dilakukan secara simultan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Penanganan ini harus segera kita kerjakan bersama-sama dan serentak supaya pemulihan bisa berjalan lebih cepat dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Hal ini sesuai dengan dengan arahan Presiden Prabowo, tidak boleh ada satu pun kabupaten dan kota yang terisolir,” kata Dody dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).
Pada sektor Sumber Daya Air, Kementerian PU memfokuskan penanganan pada pembenahan bendung, pengamanan sungai, serta pengendalian sedimen.
Sejumlah bendung dilaporkan terdampak akibat sungai yang melebar dan mendangkal, sehingga berpotensi mengganggu suplai air irigasi.
Selain itu, pengendalian sungai dilakukan melalui pembangunan dan penguatan sabo dam di wilayah hulu.
Proteksi tanggul juga dilakukan untuk mencegah pelebaran sungai yang dapat mengancam permukiman maupun infrastruktur di sekitarnya.
“Sementara waktu kita akan menggunakan sumur bor untuk mengalirkan air secara temporary bagi kebutuhan masyarakat. Tetapi di waktu bersamaan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air akan mempercepat proses pembenahan bendung yang terdampak bencana, termasuk dengan intake SPAM," jelas Dody.
Pihaknya menyatakan, dikerjakan secara simultan supaya tidak saling menunggu dan harapannya dalam tempo waktu sesingkat-singkatnya bisa selesai semua.
Baca Juga: Janji Percepat Bangun Huntara, Menteri PU: Tak Ada Warga Aceh Tinggal di Tenda Saat Ramadan
Sementara di sektor Cipta Karya dan Prasarana Strategis, Kementerian PU juga telah melakukan pembersihan sarana fasilitas umum yang terdampak. Mulai dari tempat ibadah, sarana kesehatan, sekolah, hingga fasilitas publik lainnya.
Tak hanya itu, Kementerian PU juga membangun fasilitas pelayanan publik berupa puskesmas darurat dan kawasan rumah hunian terpadu untuk masyarakat terdampak.
Puskesmas darurat tersebut dibangun secara modular dan dilengkapi fasilitas pelayanan kesehatan dasar hingga rawat inap. Dengan begitu, fasilitas ini bisa segera difungsikan untuk melayani warga terdampak bencana.
Sedangkan kawasan hunian terpadu dilengkapi fasilitas pendukung, seperti ruang komunal dan area bermain. Fasilitas ini disiapkan untuk menunjang aktivitas sosial masyarakat selama masa pemulihan.
Dody menyebut seluruh penanganan infrastruktur pascabencana dilaksanakan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Tidak boleh ada wilayah yang terisolir dan tidak boleh ada layanan dasar masyarakat yang terhenti. Kita bangun kembali Aceh dengan lebih baik, lebih aman, dan lebih tangguh terhadap bencana,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kementerian PU Percepat Normalisasi Sungai Batang Kuranji
-
Tangani Dampak Longsor dan Banjir, Kementerian PU Pastikan Akses Jalan di Sumut Segera Pulih
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Tangani Bencana di Sumatera, Kementerian PU Sudah Kerahkan 1.709 Alat Berat
-
Banjir Bandang Susulan Terjang Agam, Kementerian PU Fokus Pulihkan Akses dan Air Bersih
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen
-
Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax
-
MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG
-
Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup
-
Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi
-
Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah
-
Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah
-
Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia