- Kementerian PU mempercepat penanganan 12 kabupaten/kota di Sumatera Utara pasca bencana longsor dan banjir.
- Sebagian besar kerusakan infrastruktur seperti longsoran, jalan, dan jembatan telah berhasil ditangani dan difungsikan kembali.
- Penanganan permanen direncanakan pada segmen Simpang Rampa–Sibolga karena kondisi tanah dinilai belum stabil saat ini.
Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan dampak bencana longsor dan banjir yang melanda 12 kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Upaya tersebut difokuskan untuk memastikan akses jalan dan mobilitas warga kembali normal.
Berdasarkan data Kementerian PU, bencana tersebut menyebabkan 263 titik longsoran tebing, 19 titik jalan putus, 65 titik jalan amblas, 7 titik jembatan putus atau rusak, serta 28 titik genangan banjir. Seluruh titik itu menjadi prioritas penanganan darurat.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan jajarannya bergerak cepat di lapangan untuk segera memperbaiki akses jalan bagi masyarakat.
“Kementerian PU bergerak cepat agar akses logistik dan mobilitas warga segera pulih. Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama, sehingga setiap penanganan dilakukan dengan memperhatikan kondisi lapangan dan stabilitas lereng,” ujar Dody kepada wartawan, Senin (12/1/2025).
Hingga kini, seluruh 263 titik longsoran tebing dilaporkan telah ditangani. Selain itu, 14 titik jalan putus sudah kembali fungsional dan seluruh 65 titik jalan amblas berhasil ditangani.
Tak hanya itu, tujuh titik jembatan putus atau rusak juga telah difungsikan kembali. Sementara 28 titik genangan banjir dilaporkan telah surut sehingga tidak lagi menghambat arus lalu lintas warga.
Meski demikian, masih terdapat satu segmen jalan yang terputus, yakni Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang.
Ruas tersebut terdampak longsoran lereng dan tebing di lima lokasi dengan kondisi tanah yang dinilai belum stabil.
Baca Juga: Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
Untuk segmen Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang, penanganan darurat belum memungkinkan dilakukan.
Kementerian PU pun merencanakan penanganan permanen melalui pengalihan trase jalan. Adapun akses Tarutung–Sibolga masih dapat dilalui melalui jalur Tarutung–Rampa–Poriaha dengan pembatasan kendaraan kecil.
Sementara itu, koridor Tarutung–Sipirok sepanjang 68 kilometer telah kembali terhubung sepenuhnya.
Meski demikian, penyempurnaan jalan sementara atau detour masih terus dilakukan demi menjamin keselamatan pengguna jalan.
Koridor Batangtoru–Singkuang juga telah terhubung dan dapat dilalui kendaraan ringan.
Namun, ruas tersebut masih membutuhkan penimbunan, perbaikan, dan pemadatan agregat lantaran kondisi cuaca yang kerap diguyur hujan.
Berita Terkait
-
Kementerian PU Tancap Gas Pulihkan Sanitasi Pascabencana, TPA Rantau Disiapkan Permanen
-
Jalur Langsa - Kuala Simpang Kembali Fungsional, Konektivitas Aceh-Sumut Berangsur Normal
-
Cek Jembatan Kembar Margayasa Pascabencana, Kementerian PU Bakal Perkuat Tebing Batang Anai
-
Nadi Logistik Pulih! Jalur Khusus Bireuen Aceh Utara Kembali Terhubung, Ekonomi Lintas Timur Bangkit
-
Akses Jalan Nasional Aceh Mulai Normal, Kementerian PU Kebut Pemulihan Pascabanjir dan Longsor
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?
-
Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng
-
Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban
-
Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia
-
Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak