- Pengamat memprediksi harga emas Antam dapat mencapai Rp 3 juta per gram akibat ketidakseimbangan suplai dan permintaan.
- Harga emas Antam tercatat Rp 2.917.000 per gram pada Senin, 26 Januari 2026, mengalami kenaikan Rp 30.000.
- Ibrahim Assuaibi menyarankan masyarakat melirik investasi emas digital karena selisih jualnya lebih kecil.
Suara.com - Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas antam dapat menyentuh angka Rp 3 juta per gram pada pekan ini. Salah satu penyebab kenaikan harga disebabkan suplai dan demand emas yang tidak seimbang. Untuk Ibrahim menyarankan agar masyarakat melirik emas digital.
Mengutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam naik Rp 30.000 dibandingkan hari Sabtu (24/1) menjadi Rp 2.917.000 per gram pada Senin Senin, 26 Januari 2026.
Melihat kenaikan tersebut, Ibrahim memprediksi harga emas bisa mencapai Rp 3.092.000 per gram hingga akhir Februari nanti.
"Ada kemungkinan besar ke USD 5.100 sampai hari Sabtu. Kemudian harga logam mulianya itu di Rp 3.092.000. Jadi sepertinya tidak mencapai di Rp 3.100.000 , tapi di Rp 3.092.000, itu adalah akhir bulan Februari," kata Ibrahim lewat keterangannya pada Senin (26/2/2026).
Di Indonesia, kata Ibrahim salah satu faktor penyebab naiknya harga emas dikarenakan suplai dan permintaan yang tidak seimbang.
"Walaupun Rupiah mengalami penguatan, tetapi supply dan demand-nya pun juga tidak seimbang. Kita melihat bahwa barang langka, ya kemudian orang pun juga sulit melakukan pembelian," kata Ibrahim.
Sebagai alternatif, Ibrahim menilai pembelian emas digital bisa menjadi pilihan di tengah kelangkahan emas.
"Satu cara yang cukup menarik yaitu dengan emas digital. Nah, emas digital ini lebih murah, kita memiliki uang Rp 500 ribu, Rp 100 ribu, ini pun juga bisa melakukan investasi," imbuhnya.
Apalagi katanya selisih antara antara harga jual atau spread emas digital tidak terlalu besar.
Baca Juga: Emas Antam Terus Pecah Rekor, Harganya Tembus Rp 2,9 Juta/Gram
"Yang akan membuat masyarakat itu akan kembali mendapatkan investasi. Jadi jangan takut bagi masyarakat yang sekarang harganya sudah terlalu tinggi kemudian bagaimana caranya? Masuklah di emas digital," pungkas Ibrahim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati