Bisnis / Makro
Selasa, 27 Januari 2026 | 12:21 WIB
Ilustrasi perdagangan sesi I IHSG hari ini [Ist/Antara]
Baca 10 detik
  • MSCI akan mengumumkan evaluasi indeks global pada Februari 2026, di mana BUMI dan CDIA menjadi kandidat populer.
  • BUMI dinilai paling siap secara statistik karena kapitalisasi pasar investabelnya melampaui syarat Standard Index Indonesia.
  • CDIA memiliki kapitalisasi besar namun terhambat oleh porsi *free float* rendah, sehingga lebih berpeluang di Small Cap.

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)

Sedikit berbeda dengan BUMI,pada sisi kapitalisasi pasar total, CDIA sebenarnya tampak lebih perkasa dengan nilai mencapai Rp170 triliun atau sekitar USD 10,04 miliar.

Angka ini jauh di atas standar minimum MSCI. Namun, masalah utama CDIA terletak pada struktur kepemilikan sahamnya.

Porsi saham publik atau free float CDIA tercatat hanya sebesar 9,97%, sehingga faktor inklusi asing efektifnya hanya berada di angka 0,10.

Dalam metodologi MSCI yang kaku, kondisi low float seperti ini memicu pemberlakuan penalti sebesar 1,8 kali lipat dari syarat modal normal.

Sebagai Ilustrasi - Pabrik Kimia milik Chandra Asri. [Dokumentasi TPIA].

Akibatnya, ambang batas investable market cap yang harus dipenuhi CDIA melonjak menjadi USD 3,22 miliar.

Realitanya, dengan struktur saat ini, nilai kapitalisasi efektif CDIA hanya berada di kisaran USD 1,00 miliar—terpaut sangat jauh dari target yang disyaratkan.

Selain itu, momentum likuiditas CDIA juga menunjukkan pelemahan, di mana Value MA 20 sebesar Rp208 miliar berada di bawah MA 200 sebesar Rp449 miliar.

Dengan data ini, CDIA terlihat lebih berpeluang masuk ke kategori Small Cap dibandingkan menjadi penantang di Standard Index.

Baca Juga: IHSG Menguat Tipis, Emiten Tambang Emas Berjaya

Kesimpulan

Ketika kedua emiten ini disejajarkan dalam garis waktu menuju periode cutoff data MSCI, polanya terlihat semakin jelas. BUMI telah berada di zona aman, baik dari sisi ukuran maupun likuiditas.

Tugas utama BUMI saat ini adalah menjaga agar harga saham dan volume transaksi tidak mengalami kejatuhan yang drastis sebelum periode evaluasi berakhir.

Di sisi lain, CDIA untuk bisa masuk ke Standard Index tanpa mengubah struktur kepemilikan atau melakukan aksi korporasi yang menambah free float, kapitalisasi pasar penuh CDIA harus meroket.

Secara statistik, hanya BUMI yang memiliki probabilitas tinggi untuk menjadi anggota baru MSCI Global Standard Index pada evaluasi Februari 2026 mendatang. 


DISCLAIMER: Pergerakan harga saham dan potensi masuknya emiten ke dalam indeks global seperti MSCI bersifat dinamis serta sangat dipengaruhi oleh perubahan metodologi internal MSCI dan kondisi pasar modal. Analisis ini disusun sebagai informasi berita bisnis dan bukan merupakan jaminan bahwa emiten tersebut pasti akan masuk atau keluar dari indeks tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi investor dengan mempertimbangkan risiko volatilitas pasar.

Load More