- MSCI akan mengumumkan evaluasi indeks global pada Februari 2026, di mana BUMI dan CDIA menjadi kandidat populer.
- BUMI dinilai paling siap secara statistik karena kapitalisasi pasar investabelnya melampaui syarat Standard Index Indonesia.
- CDIA memiliki kapitalisasi besar namun terhambat oleh porsi *free float* rendah, sehingga lebih berpeluang di Small Cap.
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)
Sedikit berbeda dengan BUMI,pada sisi kapitalisasi pasar total, CDIA sebenarnya tampak lebih perkasa dengan nilai mencapai Rp170 triliun atau sekitar USD 10,04 miliar.
Angka ini jauh di atas standar minimum MSCI. Namun, masalah utama CDIA terletak pada struktur kepemilikan sahamnya.
Porsi saham publik atau free float CDIA tercatat hanya sebesar 9,97%, sehingga faktor inklusi asing efektifnya hanya berada di angka 0,10.
Dalam metodologi MSCI yang kaku, kondisi low float seperti ini memicu pemberlakuan penalti sebesar 1,8 kali lipat dari syarat modal normal.
Akibatnya, ambang batas investable market cap yang harus dipenuhi CDIA melonjak menjadi USD 3,22 miliar.
Realitanya, dengan struktur saat ini, nilai kapitalisasi efektif CDIA hanya berada di kisaran USD 1,00 miliar—terpaut sangat jauh dari target yang disyaratkan.
Selain itu, momentum likuiditas CDIA juga menunjukkan pelemahan, di mana Value MA 20 sebesar Rp208 miliar berada di bawah MA 200 sebesar Rp449 miliar.
Dengan data ini, CDIA terlihat lebih berpeluang masuk ke kategori Small Cap dibandingkan menjadi penantang di Standard Index.
Baca Juga: IHSG Menguat Tipis, Emiten Tambang Emas Berjaya
Kesimpulan
Ketika kedua emiten ini disejajarkan dalam garis waktu menuju periode cutoff data MSCI, polanya terlihat semakin jelas. BUMI telah berada di zona aman, baik dari sisi ukuran maupun likuiditas.
Tugas utama BUMI saat ini adalah menjaga agar harga saham dan volume transaksi tidak mengalami kejatuhan yang drastis sebelum periode evaluasi berakhir.
Di sisi lain, CDIA untuk bisa masuk ke Standard Index tanpa mengubah struktur kepemilikan atau melakukan aksi korporasi yang menambah free float, kapitalisasi pasar penuh CDIA harus meroket.
Secara statistik, hanya BUMI yang memiliki probabilitas tinggi untuk menjadi anggota baru MSCI Global Standard Index pada evaluasi Februari 2026 mendatang.
DISCLAIMER: Pergerakan harga saham dan potensi masuknya emiten ke dalam indeks global seperti MSCI bersifat dinamis serta sangat dipengaruhi oleh perubahan metodologi internal MSCI dan kondisi pasar modal. Analisis ini disusun sebagai informasi berita bisnis dan bukan merupakan jaminan bahwa emiten tersebut pasti akan masuk atau keluar dari indeks tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi investor dengan mempertimbangkan risiko volatilitas pasar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
Terkini
-
Penyebab Harga Minyak Dunia Melemah Hari Ini
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI, Apa yang Terjadi saat Independensi Bank Sentral Hilang?
-
Jangan Salah Pilih! Ini 6 Perbedaan Utama Paylater dan Kartu Kredit
-
Harapan Purbaya ke Ponakan Prabowo Setelah Resmi Masuk BI, Bantah Fiskal Kuasai Moneter
-
Profil Pengusaha di Balik Emiten ZINC, Harga Sahamnya Mendadak Curi Perhatian
-
Produksi AS Terpangkas Badai, Harga Minyak Dunia Justru Terkoreksi
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
OJK Cabut Izin Usaha PT Varia Intra Finance, Ini Faktornya
-
Purbaya Cuek soal Peringatan Noel: Gue Enggak Terima Duit, Gaji Gue Gede!
-
Sepanjang 2025, Pengembang Serah Terima 16.500 Unit Hunian di Meikarta