- IHSG pada Selasa, 27 Januari 2026, awal perdagangan mengalami kemerosotan signifikan hingga mencapai level 8.888 pada pukul 09.11 WIB.
- Pada waktu tersebut, terjadi dominasi saham penurunan (407) dibandingkan kenaikan (179), dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,23 triliun.
- Proyeksi IHSG diprediksi bergerak terbatas atau *sideways* karena menunggu keputusan suku bunga The Fed dan rebalancing MSCI.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), merosot pada awal perdagangan, Selasa, 27 Januari 2026. IHSG meloyo ke level 8.974.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.11 WIB, IHSG terus anjlok 0,97 persen ke level 8.888.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 5,60 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,23 triliun, serta frekuensi sebanyak 416.100 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 179 saham bergerak naik, sedangkan 407 saham mengalami penurunan, dan 372 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ALKA, LMPI, SMAR, MPIX, CTTH, AKSI, JAST, INAI, BOGA, SCCO, STAR.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, RMKO, AMAN, INTD, LPCK, KPIG, CASH, AIMS, PACK, ESTI, MEJA, ELSA.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan bergerak terbatas atau sideways pada perdagangan hari ini, seiring sikap wait and see pelaku pasar menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), serta rencana rebalancing MSCI awal Februari 2026.
Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, sentimen global cenderung positif setelah bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya.
Baca Juga: BEI Gembok Dua Saham dan Buka Lagi Emiten Ini, Siapa Saja?
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,64 persen ke level 49.412,40, S&P 500 menguat 0,50 persen ke posisi 6.950,23, dan Nasdaq bertambah 0,43 persen ke level 23.601,36.
Sementara itu, IHSG pada penutupan perdagangan terakhir menguat tipis 0,27% ke level 8.975. Meski demikian, penguatan tersebut masih dibayangi aksi jual investor asing dengan catatan net foreign sell mencapai Rp 1,01 triliun.
Pergerakan indeks terpantau cenderung terbatas dan tertekan, seiring pelemahan saham-saham konglomerasi menjelang pengumuman rebalancing MSCI dengan metodologi terbaru.
Tekanan eksternal juga datang dari ketidakpastian geopolitik global serta kehati-hatian investor menantikan arah kebijakan moneter The Fed pekan ini.
Di tengah kondisi tersebut, penguatan IHSG ditopang oleh kinerja saham-saham komoditas, khususnya sektor emas. Lonjakan harga emas dunia yang menembus level USD 5.000 per troy ounce menjadi katalis positif bagi saham-saham berbasis logam mulia.
Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak sideways dengan area support di level 8.922 dan resistance di kisaran 9.035. Dalam kondisi pasar yang masih dibayangi ketidakpastian global, sektor komoditas—terutama emas—dinilai tetap menjadi pilihan defensif utama bagi investor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Maskapai Berbiaya Rendah Asal Vietnam Goda Pelancong RI Dengan Tiket Murah
-
BEI Gembok Dua Saham dan Buka Lagi Emiten Ini, Siapa Saja?
-
Keponakan Prabowo Pastikan, Terpilihnya Jadi Deputi Bank Indonesia Sesuai Proses Undang-undang
-
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini, BUMI dan PTRO Jadi Saham Rekomendasi Analis
-
Menperin Agus: Manufaktur Pecah Rekor 14 Tahun, Tumbuh 5,58 Persen Lampaui Ekonomi Nasional
-
Harga Emas Naik Lagi, Hari Ini di Pegadaian Sudah Tembus Level Rp3 Juta
-
Kemenkeu Siapkan 8 SBN Ritel di 2026, Target Raup Dana Rp 170 Triliun
-
Jelang Ramadan, Pemerintah Diminta Percepat Belanja Negara Guna Stimulasi Kredit
-
Kemenkeu: Investor SBN Ritel 2025 Didominasi Kalangan Perempuan
-
Profil Neta Auto, Perusahaan Mobil Listrik yang Stop Operasi di Indonesia