- Tiga unit jet tempur canggih Rafale Prancis telah tiba, menandai gelombang pertama dari total 42 unit pesanan pemerintah.
- Pesawat tempur tersebut kini ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, untuk pemantauan wilayah barat strategis Indonesia.
- Pengadaan 42 Rafale ini bagian dari modernisasi Alutsista sekaligus mencakup paket persenjataan dan pelatihan intensif.
Suara.com - Sebanyak tiga unit jet tempur canggih Rafale produksi Dassault Aviation, Prancis, dilaporkan telah mendarat dengan selamat di tanah air sejak akhir pekan lalu.
Kedatangan ini menandai gelombang pertama dari total 42 unit pesawat tempur yang dipesan oleh Kementerian Pertahanan RI untuk memperkuat kedaulatan wilayah udara nasional.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari misi besar modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Selain pengadaan pesawat tempur, Indonesia juga diketahui telah memesan kapal frigate dan kapal selam buatan Prancis guna memperkokoh kekuatan matra laut.
Kepala Biro Info Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Kolonel Arm Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi bahwa serah terima pesawat telah dilakukan dan armada tersebut kini dalam status siap operasional.
"Pesawat-pesawat tersebut telah diserahkan dan siap digunakan oleh Angkatan Udara Indonesia," tegas Rico dalam keterangannya yang dikutip dari Reuters.
Untuk saat ini, ketiga jet tempur generasi 4.5 tersebut ditempatkan di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
Lokasi ini dinilai sangat strategis untuk memantau keamanan di wilayah barat Indonesia, termasuk kawasan Selat Malaka.
Indonesia kini diakui sebagai salah satu pemain kunci dalam pasar jet tempur internasional. Pengadaan 42 unit Rafale ini bukan sekadar pembelian alutsista biasa, melainkan kesepakatan pertahanan terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: Tiga Pesawat Tempur Baru dari Prancis Diserahkan ke TNI AU Awal 2026
Berikut adalah rincian nilai investasi yang digelontorkan pemerintah:
Estimasi Harga Per Unit: Berkisar antara Rp1,63 triliun hingga Rp2,046 triliun (USD 115 juta – USD 124,95 juta), tergantung pada konfigurasi teknis yang diminta.
Nilai Total Kontrak: Mencapai kisaran Rp125,7 triliun hingga Rp160 triliun (USD 8,1 miliar). Nilai fantastis ini sudah mencakup paket lengkap, mulai dari persenjataan mutakhir, dukungan logistik, hingga program pelatihan intensif bagi penerbang dan teknisi TNI AU.
Meskipun telah mendatangkan Rafale, Indonesia tetap menjalankan strategi diplomasi pertahanan yang fleksibel dengan menjajaki berbagai opsi dari negara produsen lain. Beberapa rencana pengadaan yang sedang berjalan maupun dalam pertimbangan meliputi:
- Jet Tempur AS F-15EX: Sebagai pendamping kekuatan udara dari blok barat.
- Jet Tempur Canggih Turki KAAN: Sebanyak 48 unit yang sudah dipastikan pemesanannya.
- Mesin Generasi Kelima: RI berencana memesan mesin General Electric F-110, mesin yang sama ditenagakan pada jet tempur F-16 dan generasi kelima lainnya.
- Kerja Sama Regional: Indonesia juga dilaporkan tengah menjajaki kesepakatan awal dengan Pakistan terkait pembelian jet dan drone tempur.
DISCLAIMER: Informasi mengenai pengadaan alutsista merupakan bagian dari berita pertahanan nasional. Detail teknis dan nilai kontrak dapat berubah sesuai dengan kebijakan anggaran pemerintah dan perjanjian rahasia negara. Artikel ini disusun sebagai referensi informasi publik dan bukan merupakan dokumen resmi militer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas