- Perum Bulog menyiapkan stabilisasi pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026 untuk mengendalikan harga beras, minyak, dan gula di bawah HET.
- Dirut Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan dukungan logistik maksimal dan sinergi dengan Satgas Pangan, TNI, serta Polri akan diperkuat.
- Fokus utama Bulog adalah menjaga stabilitas harga pangan selama periode puncak permintaan tersebut agar masyarakat tidak terbebani kenaikan harga.
Suara.com - Perum Bulog menyiapkan langkah stabilisasi pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Bulog menargetkan harga beras, minyak goreng, dan gula tetap terkendali serta tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan Bulog menjalankan arahan Menteri Pertanian untuk menjaga pergerakan harga pangan di pasaran. Rizal menegaskan Bulog menyiapkan dukungan logistik secara maksimal untuk menghadapi momentum permintaan yang biasanya meningkat.
"Kemudian juga dalam waktu dekat, kita menghadapi bulan suci Ramadan. Dalam bulan suci Ramadan juga kami, Bulog, juga menyiapkan semaksimal mungkin sesuai dengan arahan Bapak Mentan kemarin pagi, agar dijaga betul harga-harga pangan, khususnya beras, minyak, dan gula, tidak boleh di atas HET," kata Rizal di dalam media , Jumat (23/1/2026).
Rizal menyebut Bulog akan memperkuat sinergi lintas lembaga untuk menjaga stabilisasi. Bulog akan bekerja bersama Satgas Pangan, TNI, Polri, serta pemangku kepentingan di pusat dan daerah.
"Dan ini kami akan bersinergi dengan Satgas Pangan, dengan TNI-Polri, dan seluruh stakeholder terkait di pemerintah pusat maupun daerah untuk menjaga stabilisasi pangan ini," ucapnya.
Rizal menekankan stabilitas harga menjadi fokus utama dalam periode Ramadan hingga Lebaran. Bulog menilai pengendalian harga menjadi kunci agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga bahan pokok.
"Harapan dari Bapak Menteri Pertanian dan kami juga dari Bulog, harga-harga pangan nanti tidak ada yang di atas HET ataupun melonjak tinggi di pasaran," kata Rizal.
Rizal mengatakan Bulog berkaca pada kondisi awal tahun dan periode Natal yang berjalan relatif stabil. Bulog menilai stabilitas tersebut terjadi karena kerja sama antarinstansi dan stakeholder di lapangan.
"Karena syukur alhamdulillah di awal tahun baru kemarin maupun Natal, syukur alhamdulillah tidak ada yang terjadi kenaikan-kenaikan harga sembako yang signifikan di pasaran dalam hal ini," imbuhnya.
Baca Juga: Bulog Mau Bangun 100 Gudang
Rizal menyebut Bulog akan menjaga pola kerja sama tersebut agar berlanjut pada periode Ramadan-Lebaran. Bulog menilai koordinasi lintas pihak membuat situasi pasar lebih terkendali.
"Ini semua berkat kerja sama sinergi dari seluruh pemangku kepentingan sehingga ini bisa tercapai," imbuh Rizal.
Bulog juga menyiapkan dukungan logistik untuk menjaga ketersediaan pasokan. Rizal mengatakan Bulog mengisi gudang-gudang di daerah untuk memastikan distribusi berjalan lancar saat permintaan meningkat.
Rizal menyatakan Bulog menargetkan kondisi pasar tetap stabil selama Ramadan hingga Lebaran. Bulog ingin memastikan tidak ada lonjakan harga yang mengganggu daya beli masyarakat.
"Harapan kami ini juga bisa kita laksanakan nanti pada saat Ramadan maupun Lebaran menghadapi Idul Fitri. Harga-harga stabil, tidak ada yang melonjak, dan situasi terkendali, pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!
-
Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan
-
Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI
-
Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
-
Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!
-
Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun
-
Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja
-
Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Kolaborasi TJSL di Raja Ampat, Perkuat Kemandirian Masyarakat 3T