- Askrindo lolos Audit Surveillance II ISO 37001:2016, perkuat budaya anti suap dan integritas.
- Audit mencakup sektor vital seperti investasi dan underwriting guna jamin transparansi bisnis.
- Integrasi ISO SMAP dan Mutu jadi kunci Askrindo tingkatkan daya saing serta kepercayaan nasabah.
Suara.com - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) kembali menunjukkan taringnya dalam komitmen tata kelola perusahaan yang bersih. Melalui Audit Surveillance II, Askrindo dinyatakan sukses mempertahankan sertifikasi SNI ISO 37001:2016 terkait Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).
Pencapaian ini bukan sekadar formalitas. Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa budaya anti-suap telah mendarah daging dalam operasional harian perusahaan, bukan hanya saat audit awal saja.
"Sertifikasi ini membuktikan bahwa sistem diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan dalam aktivitas operasional sehari-hari untuk meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan," ujar Fankar.
Audit yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi PT Chesna ini menyasar sektor-sektor vital yang rawan risiko, antara lain Pengadaan Barang dan Jasa, Keuangan & Investasi, Proses Underwriting (Penanggungan Risiko) dan Pemasaran serta Pengelolaan Jaringan & Digital.
Direktur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko, R Mahelan Prabantarikso, menambahkan bahwa selain SMAP, Askrindo juga mengintegrasikan Sistem Manajemen Mutu (SMM). Tujuannya jelas: menciptakan proses bisnis yang efektif, efisien, dan transparan.
Di penghujung 2025, Askrindo mencetak "double strike" dengan meraih sertifikasi SMAP dan SMM sekaligus. Langkah ganda ini dipandang sebagai fondasi kokoh untuk meningkatkan daya saing perusahaan di tengah industri asuransi yang semakin dinamis. Dengan hasil audit yang positif, status sertifikasi Askrindo resmi dilanjutkan hingga periode re-sertifikasi berikutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?