Bisnis / Makro
Rabu, 28 Januari 2026 | 10:26 WIB
Ilustrasi IHSG anjlok imbas MSCI [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pada Rabu (28/1/2026), IHSG anjlok karena MSCI membekukan perubahan indeks terkait isu transparansi kepemilikan saham.
  • MSCI menyoroti keraguan investor global mengenai klasifikasi kepemilikan publik yang belum akurat di Indonesia.
  • Pembekuan MSCI menghentikan kenaikan FIF dan penambahan saham baru dalam indeks investasi pasar modal global.

PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Tergerus 14,81% ke level Rp2.300.

Sektor Perbankan: Saham blue chip seperti BBCA melemah 6% ke Rp7.050, diikuti oleh BMRI yang terkoreksi 4,99%.

Saham-saham lain juga menyentuh ARB (Auto Rejection Bawah) seperti RAJA, BUVA, RATU, BULL, INET, DEWA, COIN dan masih banyak lagi.

Kondisi ini menuntut langkah cepat dari regulator, baik BEI maupun OJK, untuk memulihkan kepercayaan investor global melalui kebijakan transparansi kepemilikan yang lebih kredibel agar pasar modal Indonesia tidak semakin terisolasi dari arus modal asing.


DISCLAIMER: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang sangat tajam, terutama saat terjadi perubahan kebijakan indeks global dan sentimen makroekonomi. Artikel ini disusun sebagai referensi berita pasar modal dan bukan merupakan ajakan untuk menjual atau membeli saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing.

Load More