Bisnis / Makro
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:52 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (Instagram)
Baca 10 detik
  • Inflasi nasional Desember 2025 capai 2,92%, dipicu kenaikan harga emas perhiasan.
  • Mendagri ungkap harga emas domestik kini hampir menyentuh Rp3 juta per gram.
  • Rusia dan China borong emas sebagai cadangan devisa, picu kelangkaan global.

Suara.com - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, memperingatkan bahwa lonjakan harga emas dunia kini menjadi motor utama pendorong inflasi di Indonesia. Per Desember 2025, inflasi nasional tercatat menyentuh 2,92%, mendekati level psikologis 3%.

Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, Selasa (27/1/2026), Tito menyoroti harga emas perhiasan yang kini hampir menembus Rp3 juta per gram. Lonjakan drastis ini dipicu oleh fenomena "Demam Emas" global akibat ketegangan geopolitik, terutama konflik Rusia-Ukraina.

"Negara besar seperti Rusia, China, dan India mulai mengalihkan cadangan devisa mereka dari Dolar AS ke emas karena dianggap lebih aman dari risiko pembekuan aset," ujar Tito yang disiarkan melalui YouTube Kemendagri, Selasa (27/1/2026).

Langkah masif negara-negara besar ini, termasuk strategi China yang mulai memborong tambang emas, menyebabkan harga komoditas ini melambung tinggi di pasar internasional. Dampaknya merembet ke pasar domestik dalam bentuk kenaikan harga emas perhiasan.

Meski angka inflasi masih di bawah ambang batas 3,5%, Tito meminta semua pihak waspada. Pasalnya, tren kenaikan harga ini berisiko menekan daya beli masyarakat kelas bawah yang terdampak langsung oleh kenaikan biaya hidup di sektor retail.

Load More