- Wamenkeu Thomas Djiwandono terpilih Deputi Gubernur BI setelah Juda Agung mengundurkan diri dari posisi tersebut.
- Thomas mengundurkan diri dari Bendahara Umum DPP Partai Gerindra pada Maret 2025.
- Thomas menyatakan proses penunjukannya menjadi Deputi Gubernur BI telah sesuai prosedur dan mekanisme berlaku.
Suara.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono menceritakan kronologi bagaimana dirinya terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Keponakan Presiden RI Prabowo Subianto itu mengaku sedang berada di luar negeri sebelum muncul isu dirinya menggantikan Juda Agung yang sebelumnya mengundurkan diri dari Deputi Gubernur BI.
Thomas mengatakan kalau sejak Maret 2025, dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai Bendahara Umum dalam Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.
"Itu fakta, karena memang saya sudah mengundurkan diri dari posisi Bendahara Umum," kata Thomas saat konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Thomas mengakui kalau dirinya masih menjabat Bendahara Umum Partai Gerindra sejak menjabat Wamenkeu di era Sri Mulyani pada 18 Juli 2024 lalu.
Ia beralasan kalau hal itu diperbolehkan lantaran tidak ada undang-undang yang mengatur rangkap jabatan Bendahara Umum Partai dengan Wakil Menteri. Namun setelah menjabat Wamenkeu, Thomas mengaku lebih fokus di sana alih-alih di DPP Gerindra.
Barulah pada 31 Desember 2025, Thomas mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Gerindra. Ia beralasan kalau itu lebih baik meskipun tidak ada aturan yang dilanggar.
"Sebagai anggota saya resign 31 Desember 2025, karena juga prinsip tersebut, kayaknya kok rasa-rasanya lebih baik, meskipun aturannya di Kemenkeu tidak ada, tapi lebih baik seperti itu (mengundurkan diri)," lanjutnya.
Kemudian Thomas mengakui kalau pemicu dirinya diusulkan jadi Deputi Gubernur BI setelah adanya pengunduran diri Juda Agung. Ia mengklaim kalau proses itu berjalan sesuai aturan dan tidak melanggar apapun.
Baca Juga: Bukan Reshuffle Besar-besaran, Mensesneg Ungkap Alasan Prabowo Bakal Ganti Wamenkeu
"Saya ditunjuk sebagai Deputi Gubernur. Nah itu dilakukan juga melalui proses dan mekanisme yang sudah ada. Enggak ada satu hal yang dilewatkan, dilanggar, apalagi dibelok-belokan," paparnya.
Lebih jauh Thomas mengakui kalau dirinya memiliki kedekatan dengan Prabowo hingga politikus. Tapi dia meminta publik untuk melihat rekam jejak yang sudah dilakukan.
"Tapi yang saya ingin tekankan adalah kalau soal bahwa latar belakang saya sebagai dulu politisi atau bahkan kedekatan keluarga, ya itu fakta. Tapi kan tolong dilihat rekam jejak yang sudah saya lakukan sebelumnya," jelas Thomas.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Reshuffle Besar-besaran, Mensesneg Ungkap Alasan Prabowo Bakal Ganti Wamenkeu
-
Juda Agung Disebut Kandidat Kuat Wamenkeu, Istana Tegaskan Belum Ada Keputusan
-
Pengamat Tepis Isu Perbankan Malas Salurkan Kredit: Masalah Ada di Daya Beli
-
Sore Ini Prabowo Lantik 8 Anggota DEN di Istana Negara
-
Bukan Perbankan Malas Salurkan Kredit, Tapi Pasar Masih Wait and See
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
Terkini
-
Jembatan Energi Jawa Hampir Tersambung: Proyek Cisem II Rampung Maret 2026
-
Nuklir Jadi Prioritas Pemerintah, Bahlil Lahadalia Pimpin Dewan Energi Nasional
-
Industri Baja Tambah Investasi, Kemenperin Dorong Penguatan Kapasitas Produksi Nasional
-
Bahlil Jadi Ketua Harian Dewan Energi Nasional, Ini Struktur DEN Terbaru
-
Digitalisasi Jadi Syarat Mutlak Industri Kesehatan di Asia Tenggara
-
Dari Wamenkeu ke BI, Ini Bocoran Tugas dan Peran Thomas Djiwandono
-
Beda dengan IHSG, Rupiah Justru Berjaya
-
Disentil MSCI, Saham Konglomerat Langsung Melarat
-
IHSG Terperosok 7,35 Persen, 787 Saham Merah
-
Anggaran Belum Ada, Pencairan TPG Guru dan Dosen di Bawah Kemenag Terancam Tertunda