- Integrasi pangan lokal menjamin keberlanjutan fiskal dan ekonomi daerah.
- MBG fokus pada protein hewani untuk cegah stunting dan kejar Generasi Emas 2045.
- Keberhasilan program bergantung pada perbaikan tata kelola implementasi lapangan.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini memasuki babak baru dengan penguatan integrasi pangan lokal sebagai strategi utama.
Langkah ini, yang salah satunya didukung oleh inisiatif Peternakan Ayam Merah Putih dari Kementerian Pertanian, dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan fiskal sekaligus menciptakan multiplier effect bagi ekonomi di daerah.
Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyebut MBG sebagai ide revolusioner. Meski memberikan catatan bahwa implementasi satu tahun terakhir masih memerlukan evaluasi dan kajian lebih lanjut untuk dampak maksimal, ia mengakui potensi besar program ini dalam mendorong ekonomi nasional.
“MBG ini suatu ide yang revolusioner, meski dalam tataran implementasi masih perlu evaluasi,” ujar Wijayanto, Jumat (30/1/2026).
Penggunaan bahan pangan lokal yang segar dan harganya stabil diyakini akan membuat program lebih masif dan terukur.
Program ini menjadi intervensi spesifik untuk menciptakan Generasi Emas 2045. dr. Agus Triwinarto dari Kementerian Kesehatan menekankan bahwa keragaman pangan lokal menjamin standar kecukupan gizi dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.
Target program ini pun telah meluas, mencakup 55,1 juta penerima manfaat yang terdiri dari siswa sekolah, ibu hamil dan menyusui, balita (bawah dua tahun).
Yuni Zahraini, Ketua Tim Kerja Gizi Kemenkes, menambahkan bahwa fokus utama adalah mencegah stunting melalui asupan kaya protein hewani. "Diharapkan MBG mampu menggantikan satu kali porsi makan yang berkualitas," tuturnya.
Keberhasilan jangka panjang MBG kini bergantung pada keberanian pemerintah dalam mengevaluasi tata kelola di tingkat lapangan. Tujuannya jelas: agar MBG bukan sekadar janji politik, melainkan mesin penggerak kualitas SDM Indonesia di masa depan.
Baca Juga: Kepala BGN: Publik Berhak Awasi Menu MBG, Kritik Viral Justru Jadi Teguran
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan