- Pemerintah akan mengevaluasi dampak jangka panjang program Makan Bergizi (MBG) dengan mengukur status gizi penerima secara berkala.
- Pengukuran status gizi akan dilakukan berkelanjutan setelah tahun pertama, dua tahun, tiga tahun, dan seterusnya, menurut Menko Pangan.
- Ketua BGN menyatakan pengukuran output utama MBG ini wajib dilaksanakan oleh lembaga independen untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Suara.com - Pemerintah akan mengukur status gizi penerima program Makan Bergizi (MBG) sebagai bagian dari evaluasi dampak jangka panjang dari program tersebut. Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, pengukuran akan dilakukan secara berkala sejak sebelum program berjalan hingga beberapa tahun ke depan.
“Setelah satu tahun makan bergizi kita ukur. Kalau sebelum makan bergizi bagaimana fisiknya, pertumbuhannya termasuk tentu pertumbuhan rata-rata," kata Zulhas saat rapat terbatas penyelenggaraan MBG, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Menurut Zulhas, pengukuran ini penting untuk memastikan program MBG benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas fisik dan pertumbuhan penerimanya, bukan sekadar distribusi makanan.
Ia meminta agar evaluasi status gizi itu tidak hanya dilakukan satu kali. Pemerintah akan terus melakukan pengukuran lanjutan untuk melihat dampak jangka menengah hingga panjang dari program MBG.
"Nanti setelah setahun bagaimana, dua tahun bagaimana, tiga tahun seperti apa, empat tahun seperti apa, dan seterusnya,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan, pengukuran status gizi merupakan salah satu output utama dari program MBG dan akan dilakukan oleh lembaga independen.
“Tentu saja itu akan jadi bagian dari output yang harus diukur. Nanti yang mengukurnya harus lembaga independen,” ujar Dadan.
Ia mencontohkan pengalaman Jepang yang menjadikan program makan bergizi sebagai instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.
“Di dalam program makan bergizi di Jepang itu ada pengukuran. Perbedaan tinggi rata-rata badan orang Jepang dari tahun 40-an ke tahun 2000-an itu terjadi peningkatan yang signifikan akibat peningkatan kualitas gizi," katanya.
Baca Juga: KPAI: Narasi Penolakan MBG Keliru, Anak Butuh Pendekatan Psikologis dan Medis
Dadan menekankan bahwa perubahan pertumbuhan fisik itu tidak semata-mata dipengaruhi faktor genetik, melainkan juga kualitas asupan gizi yang membaik secara konsisten.
"Jadi bukan hanya potensi genetik, tapi juga kualitas gizi. Nah, Indonesia akan seperti itu,” pungkas Dadan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan
-
Jogja Run'nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari, Ada Hadiah Umroh hingga Trip ke Turki
-
Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset
-
Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok
-
Beli Mobil Mitsubishi di GIIAS 2026, Ada Promo Bunga 0 Persen dan DP Ringan
-
RTV Cari 'The Next Star' Lewat Rajawali Junior League 2026, Ada Ismed Sofyan Juga Lho!
-
Ramalan Keberuntungan Shio Babi Agustus 2026: Ada Peluang Cuan, Tapi Pantang Lakukan Hal Ini!
-
Jelang Muktamar ke-35, Gus Ipul Sebut 501 Cabang dan Wilayah NU Telah Masuk Daftar Peserta Sementara
-
AION UT Black Resmi Melantai di GIIAS 2026 Sebagai Pilihan Mobil Listrik Bergaya Elegan