- Ditjen Gakkum ESDM menjelaskan pencabutan izin Tambang Emas Martabe PT Agincourt oleh Satgas PKH dinilai tidak prosedural.
- Menurut regulasi, seharusnya Agincourt mendapat pembinaan 180 hari sebelum pencabutan izin tambang tersebut.
- Izin dicabut karena pelanggaran pemanfaatan kawasan hutan; pengalihan ke BUMN Perminas masih dibahas lintas kementerian.
Suara.com - Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memberikan penjelasan terkait dengan pencabutan izin usaha pertambangan Tambang Emas Martabe, milik PT Agincourt Resources (PTAR) oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan atau Satgas PKH.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Rilke Jeffri Huwae, menyebut pencabut izin Agincourt seharusnya tak semudah itu.
Mengacu pada regulasi, Agincourt seharusnya memiliki waktu 180 hari untuk dilakukan pembinaan sebelum izin pertambangannya secara resmi dicabut.
Namun karena yang menangani langsung adalah Satgas PKH, situasinya menjadi berbeda.
"Jadi kalau berdasarkan regulasi itu harus ada 180 hari dulu dikasih pembinaan. Itu regulasi ya. Tapi kan ini ditangani secara khusus di Satgas PKH. Mungkin ada keadaan ekstradionari, tapi itu kewenangannya nanti di mereka," kata Jeffri saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta yang dikutip pada Jumat (30/1/2026).
Di samping itu, Jeffri juga mengaku bahwa secara teknis Kementerian ESDM belum mencabut izin Agincourt. Pihaknya masih menunggu perkembangan dari Satgas PKH.
"Karena saya belum bisa pastikan. Karena kalau dalam pencabutan, sampai sekarang ini belum ada.
Hanya masih sifatnya pembicaraan-pembicaraan atau keputusan-keputusan yang masih ada di ruang konsultasi," jelas Jeffri.
Tambang Emas Martabe yang berada di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, merupakan satu dari 28 perusahaan yang dicabut izinnya oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
Baca Juga: Jamin Kepastian Usaha, Pengalihan Tambang Emas Martabe ke Perminas Tunggu Hasil Evaluasi
Izin pertambangannya dicabut karena dinilai terbukti melanggar pemanfaatan kawasan hutan.
Setelah izinnya dicabut tersiar kabar, bahwa tambang emas Martabe akan diambil alih oleh BUMN baru bernama Perusahaan Mineral Nasional atau Perminas.
Namun demikian Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyebut rencana pengalihan tambang tersebut dari Agincourt ke Perminas masih akan diputuskan dalam rapat lintas kementerian.
"Ini akan dibahas antar Kementerian, untuk bagaimana keputusannya," kata Yuliot saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Kamis (29/1/2026).
Berita Terkait
-
Nego dengan Gubernur Papua, Bahlil Jamin Divestasi Saham Freeport Rampung Kuartal I-2026
-
Bahlil Mau Stop Impor BBM di 2027, Harganya Bisa Murah?
-
Bahlil Dukung Pencabutan Izin Tambang Emas Martabe, KLH Dorong ke Bareskrim
-
Bidik Laba Rp 100 M, Emiten IFSH Mau Akuisi Tambang Nikel Tahun Ini
-
Bahlil Jamin Sumur Rakyat Mulai Bisa Beroperasi Secara Legal
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Pemerintah Kasih Kode Harga BBM RON 92 Bisa Naik, Apa Dampaknya?
-
KB Bank Kantongi Laba Operasional Positif Rp9 Miliar pada Kuartal I-2026
-
IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street
-
Emas Stabil Hari Ini, Saatnya Investasi atau Menunggu? Cek Harga Terbarunya
-
Harga Minyak Dunia Sulit Turun di Tengah Upaya Damai Iran dan AS
-
Harga Emas Batangan Bisa Tembus Rp 3,3 Juta Hingga Kuartal II-2026
-
PHK Massal di IHT Bisa Terjadi Gegara Kebijakan Ini
-
Pemerintah Dorong Pengusaha Terlibat Industri Hiilirisasi Kelapa
-
Filosofi 'Nrimo ing Pandum', Rahasia di Balik Eksistensi Mi Ayam TPMC Bantul Selama 30 Tahun
-
Industri Migas Indonesia Dinilai Belum Mandiri, Ketergantungan Impor Jadi Sorotan