Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
- Keterlambatan sandar dan bongkar muat di pelabuhan, seperti Tanjung Perak, menyebabkan kenaikan biaya logistik nasional.
- Penyebab utama dugaan perlambatan adalah peralatan bongkar muat yang sudah tua dan produktivitasnya menurun tajam.
- Keterlambatan ini memicu kelangkaan kontainer kosong, berdampak signifikan pada pemenuhan jadwal pengiriman barang perusahaan.
Ia mengakui trafik kapal dan aktivitas bongkar muat pada periode Desember hingga Januari mengalami peningkatan signifikan seiring tingginya distribusi barang di akhir dan awal tahun.
"Traffic di bulan Desember sampai Januari memang naik. Ditambah lagi faktor cuaca yang kurang bersahabat, sehingga proses pelayanan menjadi terhambat," katanya.
Untuk mengantisipasi dampak keterlambatan tersebut, TPKS berencana menambah sejumlah peralatan pendukung. Di antaranya penambahan empat unit container crane, pembangunan dermaga sepanjang 275 meter, serta perluasan area stacking.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas terminal, mempersingkat waktu tunggu kapal, serta menekan biaya operasional pelayaran.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Pengamat: Menhan Offside Bicara Perombakan Direksi Himbara
-
AEI Ingatkan Reformasi Pasar Modal RI Jangan Bebani Emiten
-
Strategi Pemerintah-OJK Berantas Praktik Saham Gorengan
-
Geger Platform Emas Digital Gagal Bayar Nasabah Gegara Aksi Tarik Dana Massal
-
FOMC 2026: The Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Amblas ke Level 70.000 Dolar
-
Purbaya Sebut Pihak BEI Temui MSCI Senin, Jamin Pemerintah Tak Ikut Intervensi
-
Seloroh Purbaya Minta Ditraktir Prabowo Jika Ekonomi RI Tembus 6 Persen
-
Rosan Roeslani Tegas Bantah: Tak Ada Rencana Rombak Direksi dan Komisaris Bank Himbara
-
BI Catat Asing Bawa Kabur Dananya Rp 12,40 Triliun dari Pasar Saham
-
Pendampingan PNM Dirasakan Langsung oleh Perempuan Pesisir Kaltim