- IHSG ditutup melemah signifikan 4,88 persen ke level 7.922,73 akibat sentimen negatif dan koreksi harga komoditas global.
- Pelemahan pasar domestik diperparah oleh melemahnya Rupiah terhadap Dolar AS menjadi Rp 16.798.
- Kondisi pasar global turut menekan IHSG, dipicu kekhawatiran The Fed dan aksi jual emas serta perak.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (2/2). IHSG terkoreksi 4,88 persen ke level 7.922,73, seiring masih kuatnya sentimen negatif yang menekan pasar saham domestik.
Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya menyatakan, tekanan terhadap IHSG salah satunya berasal dari koreksi harga komoditas global yang selama ini menjadi penopang utama penguatan indeks.
Selain itu, pelaku pasar juga masih bersikap wait and see terhadap perkembangan langkah otoritas, khususnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), yang tengah melakukan pertemuan dengan MSCI guna membahas reformasi transparansi pasar modal Indonesia serta upaya mengembalikan kepercayaan investor global.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga bergerak melemah. Rupiah ditutup di level Rp 16.798 per dolar AS di pasar spot, turut menambah tekanan terhadap pergerakan pasar keuangan domestik.
Meski demikian, dari sisi data ekonomi, sejumlah indikator domestik menunjukkan sinyal positif. Indeks PMI Manufacturing Indonesia tercatat naik ke level 52,6 pada Januari 2026 dari sebelumnya 51,2, mengindikasikan aktivitas manufaktur mengalami ekspansi selama enam bulan berturut-turut.
Surplus neraca perdagangan juga meningkat menjadi USD 2,52 miliar pada Desember 2025, dibandingkan USD 2,24 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh pertumbuhan ekspor sebesar 11,64 persen secara tahunan.
Sementara itu, inflasi tercatat berakselerasi menjadi 3,55 persen secara tahunan (YoY) pada Januari 2026. Meski demikian, secara bulanan terjadi deflasi sebesar 0,15 persen (MoM), mencerminkan tekanan harga yang masih relatif terjaga.
Dari kawasan regional, mayoritas indeks saham di bursa Asia juga ditutup melemah pada perdagangan Senin (2/2). Pasar Asia mencermati data aktivitas pabrik di China yang meningkat menjelang libur Tahun Baru Imlek.
Namun, tekanan pasar semakin besar setelah indeks Kospi Korea Selatan anjlok tajam hingga memicu otoritas bursa setempat melakukan trading halt.
Baca Juga: Danantara Ikut Hadir Pertemuan BEI-MSCI, Pandu Sjahrir: Hanya Nonton aja
Pelemahan pasar global turut dipicu oleh respons negatif atas pencalonan Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed selanjutnya, kekhawatiran terbentuknya bubble di sektor kecerdasan buatan (AI), serta aksi jual besar-besaran pada komoditas emas dan perak.
Tekanan jual pada emas dan perak berlanjut pada perdagangan Senin, setelah keduanya mencatat penurunan tajam pada Jumat (30/1) akibat penguatan dolar AS dan aksi profit taking.
Secara teknikal, tekanan terhadap IHSG masih terjaga. Terjadi pelebaran histogram negatif pada indikator MACD yang mengindikasikan pola distribusi. Stochastic RSI berada di area oversold, namun belum menunjukkan sinyal pembalikan arah.
IHSG masih bertahan di atas level MA200 di kisaran 7.786, namun selama indeks bergerak di bawah level psikologis 8.000, IHSG diperkirakan masih berpotensi menguji area support tersebut.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 48,09 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 29,12 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,89 juta kali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange
-
Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA
-
Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?
-
Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21
-
Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV
-
Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025
-
BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya
-
DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April
-
Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora