- PT Bank OCBC NISP mencatat laba bersih Rp5,1 triliun pada 2025, didorong kenaikan pendapatan operasional 10%.
- Penyaluran kredit tumbuh 2% menjadi Rp173,4 triliun dengan NPL Gross terkendali 1,9% dan DPK naik 18%.
- Volume transaksi digital sepanjang 2025 tumbuh 46%, didukung peningkatan pengguna aktif mobile banking.
Suara.com - PT Bank OCBC NISP Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang tetap solid sepanjang tahun buku 2025.
Adapun, bank mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp5,1 triliun, tumbuh 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini terutama didukung oleh kenaikan pendapatan operasional sebesar 10 persen menjadi Rp 13,1 triliun.
Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk, Parwati Surjaudaja, menyampaikan bahwa Bank tetap fokus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan yang berkelanjutan dan pengelolaan risiko yang prudent.
“Sepanjang tahun 2025, Bank tetap mampu menjaga kinerja yang solid di tengah dinamika makroekonomi. Penguatan dana pihak ketiga dan kualitas aset yang terjaga menjadi fondasi utama dalam memperkuat keberlanjutan kinerja Bank ke depan,” ujar Parwati dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Dari sisi pembiayaan, penyaluran kredit tumbuh 2 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp173,4 triliun dengan kualitas kredit yang tetap terjaga baik, tercermin dari rasio NPL Gross terkendali di level 1,9 persen. Rasio pencadangan NPL yang memadai sebesar 226,0 persen.
Sementara itu, kondisi likuiditas Bank juga tetap berada pada posisi yang baik, tercermin dari Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 240,9 persen.
Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat sebesar 18 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp243,5 triliun, terutama ditopang oleh pertumbuhan giro dan tabungan (CASA) sebesar 24 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp141,1 triliun.
Peningkatan tersebut mendorong rasio CASA naik menjadi 58,0 persen dibandingkan 55,3 persen, pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: BTN Catatkan Laba Bersih Rp 2,91 Triliun Hingga November 2025
Dari sisi permodalan, tingkat kecukupan modal Bank (CAR) juga meningkat menjadi 24,5 persen dari 23,6 persen pada tahun sebelumnya, memberikan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan usaha ke depan.
Dalam aspek akselerasi transformasi digital, Bank terus mencatatkan perkembangan yang positif.
Sepanjang tahun 2025, total volume transaksi digital tumbuh sebesar 46 persen secara tahunan, didukung oleh pertumbuhan jumlah pengguna aktif internet banking dan OCBC Mobile Banking mencapai 13 persen secara tahunan, serta pertumbuhan pengguna aktif OCBC Business Mobile untuk nasabah korporasi sebesar 19 persen secara tahunan.
Dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp1.500 triliun selama tahun 2025. Penguatan kapabilitas digital ini sejalan dengan upaya Bank untuk meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah, memperluas jangkauan layanan perbankan, serta mendorong digitalisasi dan efisiensi operasional secara berkelanjutan.
Berita Terkait
-
Enggak Butuh APBN, DEN Bidik Bali Jadi Lokasi Family Office
-
Emiten Gerai Kopi FORE Cetak Laba Gede, Kuartal III-2025 Meroket 41 Persen
-
Laba Bersih Adhi Karya Rontok 93,62 Persen Hingga Kuartal III-2025
-
Sahamnya Terbang 500 Persen, Laba Bersih Emiten Grup Salim DCII Tumbuh 83,4 Persen
-
IPC TPK Catat Kenaikan Kinerja 15.1% di Akhir Triwulan III 2025
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
OJK Belum Terima Laporan Polri Mau Selidiki Saham Gorengan di Pasar Modal
-
CFX Pangkas Biaya Transaksi Bursa Kripto Jadi 0,01 Persen
-
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi, di Pegadaian Jadi Makin Murah!
-
Pandu Sjahrir: Saham Gorengan Bikin Investor Asing Ragu Masuk RI
-
Indonesia Kebanjiran Arus Modal Asing yang Masuk Meski IHSG Anjlok
-
IHSG Hari Ini: Sentimen Positif MSCI dan Bursa Saham Dunia yang 'Kebakaran'
-
Cara Cek Bansos PKH, BPNT, BLT 2026 dan Solusi Jika Nama Tidak Muncul
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Daftar Lengkap Pinjol Legal Berizin OJK: Update Februari 2026
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini