- IHSG ditutup anjlok 4,88 persen menjadi 7.922, sejalan dengan pelemahan indeks regional lain seperti Kospi Korea dan bursa Hong Kong.
- Pjs Ketua OJK, Friderica Widyasari, menyatakan investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp654,9 miliar hari itu.
- OJK dan SRO mengimbau investor tetap tenang karena fundamental ekonomi Indonesia serta prospek jangka panjang pasar modal dinilai sangat baik.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan alasan penyebab Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah pada hari ini.
Sebagai informasi, IHSG ditutup anjlok 4,88 persen ke level 7.922. Pejabat Sementara (Pjs) Ketua OJK, Friderica Widyasari, mengatakan IHSG melemah juga terjadi di beberapa negara lain.
"Kalau kita lihat teman-teman ya secara regional indeks-indeks di regional juga minus ya kalau kita lihat di Kospi Korea itu, minusnya bahkan jauh lebih dalam 5 persen lebih ya 5,4 persen kemudian di Hong Kong, kemudian India, Singapur dan Tiongkok juga secara regional melemah juga emas juga melemah pada hari ini," jelasnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Dia melanjutkan, di balik angka penurunan ada investor asing yang banyak membeli saham di pasar modal Indonesia. Adapun arus modal asing yang masuk ke Indonesia tembus Rp654 miliar.
"Di balik penurunan tentu ada hal lain yang harus kita lihat juga dan ini hal yang sangat baik. Ternyata setelah 4 hari asing net sale pada hari ini asing mencatatkan net buy sebesar Rp654,9 miliar. Jadi ini berita bagusnya bahwa ternyata foreign buy hari ini setelah 4 hari kemarin net sale dari foreign," beber Friderica.
Dia pun memastikan bahwa OJK bersama seluruh SRO memastikan seluruh perdagangan dilakukan secara teratur, wajar efisien. Dia pun meminta agar investor tidak panik dalam berinvestasi di Indonesia.
"Kami mengimbau kepada seluruh investor di tanah air seluruh investor pasar modal untuk tetap tenang tidak panik dan kalau kita melihat kalau investasi di pasar modal itu kan melihat jangka panjang ya melihat fundamental ekonomi kita sangat baik dan juga kalau kita melihat prospek ke depan juga sangat baik," ungkapnya.
"Jadi tolong jangan panik ya tetap tenang dan kita semua disini OJK, SRO, we are doing our job kita memastikan semuanya dapat dilaksanakan dengan baik begitu ya," Friderica Kembali menegaskan.
Baca Juga: IHSG Hari Ini: Sentimen Positif MSCI dan Bursa Saham Dunia yang 'Kebakaran'
Berita Terkait
-
Danantara Bakal Borong Saham, Ini Kriteria Emiten yang Diserok
-
Lobi Investor Asing, Bos Danantara Pede IHSG Rebound Besok
-
Danantara Punya Kepentingan Jaga Pasar Saham, Rosan: 30% 'Market Cap' dari BUMN
-
Bos Danantara Rosan Bocorkan Pembahasan RI dengan MSCI
-
IHSG Berpotensi Rebound, Ini Saham yang Bisa Dicermati Investor Pekan Depan
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
IHSG Hari Ini: Sentimen Positif MSCI dan Bursa Saham Dunia yang 'Kebakaran'
-
Cara Cek Bansos PKH, BPNT, BLT 2026 dan Solusi Jika Nama Tidak Muncul
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Daftar Lengkap Pinjol Legal Berizin OJK: Update Februari 2026
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Harga Pengadaan Chromebook Disetujui LKPP?
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam