MSCI membagi dunia investasi menjadi beberapa kelompok besar:
1. Developed Markets (23 Negara)
Berisi negara-negara mapan seperti AS, Inggris, Jepang, Jerman, Singapura, dan Australia. Ini adalah "liga utama" dengan sistem hukum dan pasar yang paling stabil.
2. Emerging Markets (24 Negara)
Di sinilah Indonesia berada saat ini, bersanding dengan raksasa seperti China, India, Korea Selatan, Brasil, dan Arab Saudi. Kelompok ini dianggap memiliki pertumbuhan tinggi namun dengan risiko yang lebih besar dibanding negara maju.
3. Frontier Markets
Kelompok pasar yang masih "bayi" atau dalam tahap awal pengembangan, seperti Vietnam, Pakistan, Kenya, dan Nigeria. Jika Indonesia gagal memperbaiki transparansi, kita akan turun ke kelompok ini.
4. Standalone Markets
Negara-negara yang tidak masuk dalam indeks utama karena kondisi tertentu, seperti Ukraina, Argentina, atau Palestina.
Baca Juga: IHSG Hari Ini: Sentimen Positif MSCI dan Bursa Saham Dunia yang 'Kebakaran'
Apa yang Harus Diperbaiki Indonesia?
MSCI secara spesifik meminta BEI untuk memperbaiki empat hal krusial:
- Transparansi Data: Akurasi data harus ditingkatkan.
- Free Float: Memastikan jumlah saham yang beredar di publik benar-benar tersedia untuk diperjualbelikan.
- Struktur Kepemilikan: Menghapus kebingungan mengenai siapa pemilik sebenarnya dari sebuah perusahaan.
- Tata Kelola: Memastikan tidak ada praktik perdagangan terkoordinasi yang memanipulasi harga.
Waktu yang tersisa hingga Mei 2026 adalah masa krusial bagi otoritas bursa kita agar tetap bertahan di "liga bergengsi" investor global.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
OJK Siap Koreksi Target IPO Usai Free Float Naik 15 Persen
-
Siapa Daud Tony? Viral Ramal Kejatuhan Saham dan Kripto, Harga Perak Meroket
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
-
Emiten BUMI Bangkit Kembali Setelah ARB, Siapa yang Borong Sahamnya?
-
IHSG Akhirnya Menguat 1,57% di Sesi I, Saham-saham Ini Bisa Dipantau
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak
-
Batik Gunung Kendil Rembang Sukses Tembus Pasar Eropa
-
Tahun Ajaran Baru Datang, Orang Tua Jangan Cuma Fokus Seragam, Cek 5 Poin Krusial Ini!
-
Tren Penurunan Berlanjut, Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Terkoreksi
-
Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok
-
Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun
-
BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru
-
Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya
-
Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar
-
Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun