Suara.com - Kolaborasi antara dunia akademik dengan praktisi dilapangan dinilai semakin krusial dalam mendorong model pemberdayaan ekonomi ultra mikro yang berbasis pengetahuan. Pendekatan riset yang terhubung langsung dengan praktik usaha masyarakat dilapangan dinilai mampu menghadirkan solusi yang tidak hanya relevan secara ilmiah, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan bagi pengusaha kecil.
Dalam semangat tersebut, CIRAD (Centre de coopération internationale en recherche agronomique pour le développement) sebuah organisasi peneliti akademis yang berfokus dalam bidang agroekonomi dari Prancis memperkuat kolaborasi bersama PNM untuk pengembangan bisnis berbasis riset akademis.
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari riset yang sebelumnya dilakukan di Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, wilayah yang dikenal sebagai salah satu penghasil kakao ekspor. Di daerah tersebut, riset difokuskan pada peningkatan nilai jual biji kakao yang dipanen oleh nasabah Mekaar melalui inovasi budidaya dan pascapanen. Dalam prosesnya, tim peneliti turut mengunjungi unit Mekaar serta berdialog langsung dengan para AO (Account Officer) dan petani kakao guna memahami praktik lapangan secara menyeluruh.
Ke depan, kolaborasi yang disepakati adalah dalam penguatan sistem pertanian berkelanjutan dan agroforestri, termasuk transisi agroekologi, pertanian berketahanan iklim, serta inovasi pascapanen. Selain itu, kerja sama juga menjangkau sektor akuakultur berkelanjutan dan mata pencaharian pesisir melalui praktik ramah lingkungan, pengelolaan limbah berbasis sirkularitas, serta pemantauan kualitas air dan ekosistem.
Upaya tersebut diperkuat dengan integrasi akses pembiayaan dan pengembangan kapasitas, seperti skema pembiayaan terintegrasi pertanian–akuakultur, pelatihan Training of Trainers (ToT) spesialis, hingga pelacakan dampak sosial–ekonomi. Dengan potensi sekitar 4.108.845 nasabah PNM Mekaar di sektor pertanian (Januari, 2026), ekosistem pemberdayaan yang dimiliki PNM dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan berbasis riset yang lebih luas dan terukur.
Presiden Direktur CIRAD, Elisabeth Claverie de Saint Martin, menyampaikan, “Kolaborasi ini sangat strategis karena menjembatani ilmu pengetahuan dengan jaringan pemberdayaan yang telah menjangkau hingga akar rumput. Kami melihat kemitraan ini membuka ruang bagi lahirnya inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat prasejahtera.”
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria, mengapresiasi langkah ini dan mengungkapkan, “Penguatan berbasis riset ini menjadi langkah penting kami dalam terus berupaya meningkatkan kualitas pendampingan nasabah. Nilai tambah yang tercipta diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, tetapi juga memperkuat keberlanjutan lingkungan serta ketahanan usaha dalam jangka panjang.” ***
Berita Terkait
-
Dari Skala Ekosistem Vietnam ke Ambisi Elektrifikasi Indonesia: Keyakinan Dealer VinFast
-
140 Tahun Mercedes-Benz: Dari Mobil Pertama Dunia Sampai Jejak Awal di Indonesia
-
VinFast dan Upaya Membangun EV yang Paham Asia Tenggara
-
Klasterku Hidupku BRI Jadi Penggerak UMKM Panaba Banyuwangi
-
BRI Dorong UMKM Batam Lewat MoU Investasi dan Digitalisasi Qlola
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor
-
Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok