- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai investasi Danantara di BUMN baru lebih bermanfaat dibanding obligasi pemerintah.
- Danantara akan membentuk BUMN baru bernama PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) untuk mengelola tambang terbengkalai.
- Perminas merupakan entitas sendiri di bawah Danantara, tidak tergabung dalam holding BUMN pertambangan MIND ID.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengomentari soal rencana Danantara untuk membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru bernama PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas).
Menkeu Purbaya menilai kalau investasi Danantara ke BUMN baru justru lebih menguntungkan ketimbang investasi obligasi milik Pemerintah yang selama ini dilakukan.
Lebih lagi tahun ini Danantara Investment Management (DIM) memiliki Rp 166 triliun yang rencananya dialokasikan ke bond alias obligasi.
"Kan Danantara punya uang banyak tuh. Dia punya kalau DIM-nya itu saya ingat tahun ini punya Rp 166 triliun mau diinvestasikan di bond. Artinya masih banyak ruang bergerak. Bond pemerintah lagi," katanya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Purbaya berpandangan kalau membentuk BUMN baru bisa lebih menggerakkan perekonomian. Jika investasi obligasi, Pemerintah mesti membayar bunga ke Danantara.
"Iyalah (lebih untung). Kalau ke bond kan, saya bayar bunga untuk uang yang dulunya punya saya juga. Kalau dia bikin BUMN kan langsung akan menggerakkan ekonomi. Justru itu yang diharapkan dari Danantara," jelasnya.
Diketahui Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Dony Oskaria, mengungkapkan pihaknya telah membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru untuk mengurus tambang-tambang terbengkalai.
Ia menyebut, BUMN itu dinamakan Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). Menurut Dony, BUMN Perminas ini baru dibentuk, dan merupakan entitas sendiri di bawah Danantara.
"Perminas. Jadi ada perusahaan mineral nasional kita yang baru kita bentuk," ujarnya, saat ditemui di Kawasan GBK, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga: Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
Dony menegaskan, perminas bukan bagian dari holding BUMN pertambangan atau MIND ID yang juga mengelola tambang-tambang di dalam negeri.
"Oh enggak (masuk holding), Perminas itu kan PT sendiri. PT sendiri ya miliknya Danantara," ucapnya.
Dony menambahkan, tugas Perminas aka mengelola tambang yang menjadi penugasan dari pemerintah, seperti tambang Martabe di Sumatera Utara yang sebelumnya dikelola PT Agincourt Resources.
"Jadi memang pemerintah memutuskan. Kami mengkaji untuk dialihkan ke Perhutani dan juga ke perusahaan mineral kita. Ini yang sedang dikaji oleh pemerintah, tentu saja ini kita tinggal lanjutin," katanya.
Berita Terkait
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
MSCI 'Sentil' BEI, Purbaya: Sudah Saya Ingatkan soal Saham Gorengan
-
Purbaya Tetap Pede IHSG 'To The Moon' 10.000 Meski Ada Trading Halt 2 Hari Berturut-turut
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
Purbaya Akui Iuran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Sebagian Besar Dibiayai APBN
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Nasib Emiten Kaesang! Bisnis Lesu, Kini Terpaksa Jual Aset Demi Bayar Utang ke BCA
-
IHSG Kembali Tertekan, Sesi I Turun ke Level 7.039
-
Prabowo: Indonesia Harus Hidup Sesuai Kemampuan, Defisit Fiskal Tetap Dijaga
-
OJK Tegaskan Debitur Bank Tak Kebal Hukum, Pelaku Manipulasi Kredit Dipenjara
-
Laba PANI Terbang 83 Persen di 2025, Efek Domino Gurita Bisnis PIK2
-
7 Agenda Utama RUPST BRI, Dirut Beri Bocoran Dividen Bakal lebih Tinggi
-
Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel
-
Klaim Mendag Busan: Pedagang Mudik, Harga Pangan Tetap Adem di Pasar Rawasari
-
BBRI Lagi Diskon Gede-gedean, Intip Target Harga Sahamnya
-
Waspada! Utang RI Tembus Rp7.368 Triliun