Bisnis / Makro
Senin, 26 Januari 2026 | 16:11 WIB
Plt Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, Novi Puspita Wardani (tengah) dan SVP Wealth Management BCA Dessy Nathalia (kanan) saat konferensi pers instrumen Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029 di Kantor Kemenkeu pada Senin (26/1/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Kementerian Keuangan menerbitkan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029 dengan target indikatif awal sebesar Rp 25 triliun.
  • ORI029 tersedia dalam dua tenor, yaitu tiga tahun (ORI029T3) dan enam tahun (ORI029T6), dapat dibeli mulai 26 Januari 2026.
  • Investor dapat membeli SBN ini mulai dari Rp 1 juta, dengan kupon pertama dibayarkan setiap bulan mulai 16 April 2026.

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menerbitkan instrumen Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029.

Surat Berharga Negara (SBN) pertama tahun 2026 ini ditawarkan dalam dua tenor, yakni tiga tahun (ORI029T3) dan enam tahun (ORI029T6).

Plt Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, Novi Puspita Wardani mengatakan kalau Pemerintah mengincar target indikatif awal senilai Rp 25 triliun.

"Jadi sejak pukul 9 pagi, ini investor itu sudah bisa membeli ORI29," kata Novi saat konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Rincinya, SBN Retail ORI029 bisa dibeli mulai 26 Januari hingga 19 Februari 2026. Kupon ORI29 dibayarkan setiap bulan mulai 16 April 2026.

Investor dapat membeli ORI029 dengan nilai minimal Rp 1 juta untuk kedua tenor. Adapun batas maksimal ditetapkan sebesar Rp 5 miliar untuk ORI029T3 dan Rp 10 miliar untuk ORI029T6.

Tanggal jatuh tempo ORI029T3 ditetapkan pada 15 Februari 2029, sedangkan ORI029T6 pada 15 Februari 2032.

Load More