Bisnis / Keuangan
Minggu, 25 Januari 2026 | 09:55 WIB
Ilustrasi obligasi (pixabay)

Suara.com - Pemerintah Republik Indonesia kembali memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional melalui peluncuran Obligasi Negara Ritel seri ORI029.

Masa penawaran instrumen investasi berbasis utang ini dijadwalkan berlangsung mulai 26 Januari hingga 19 Februari 2026.

Sebagai bagian dari Surat Berharga Negara (SBN), ORI029 dirancang khusus untuk investor individu atau ritel berkewarganegaraan Indonesia.

Dana yang terhimpun nantinya akan dialokasikan langsung untuk membiayai proyek infrastruktur strategis, seperti pembangunan jalan tol hingga jaringan rel kereta api di seluruh tanah air.

Keunggulan Investasi ORI029

ORI029 hadir dengan sejumlah karakteristik yang menjadikannya aset pelindung nilai (safe haven) di tengah fluktuasi ekonomi global:

Keamanan Mutlak: Pembayaran kupon dan pengembalian pokok investasi dijamin penuh oleh negara melalui Undang-Undang No. 24 Tahun 2002. Hal ini membuat risiko gagal bayar praktis berada di level nol.

Imbal Hasil Tetap (Fixed Rate): Keuntungan atau kupon yang diterima investor tidak akan berubah meskipun suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) mengalami penurunan. Ini memberikan kepastian pendapatan pasif bagi pemegangnya.

Investasi Terjangkau: Masyarakat dapat mulai berinvestasi dengan modal yang sangat minim, yakni mulai dari Rp1 juta.

Baca Juga: Bank Mandiri Oversubscribed 3,10 Kali Setara Rp15,5 Triliun

Likuiditas Tinggi (Tradable): Berbeda dengan jenis SBN lain yang bersifat non-tradable, ORI029 dapat diperjualbelikan di pasar sekunder sebelum jatuh tempo. Investor berpeluang mendapatkan capital gain jika harga jual di pasar lebih tinggi dari harga beli.

Ilustrasi Investasi (freepik)



Perbandingan Tenor: ORI029-T3 vs ORI029-T6

Tahun ini, pemerintah menawarkan dua pilihan durasi investasi untuk menyesuaikan rencana finansial jangka menengah dan panjang para investor:

ORI029-T3 (Tenor 3 Tahun):

Tingkat Kupon: 5,45% per tahun.

Maksimal Pemesanan: Rp5 miliar.

Load More