- Vietjet makin ekspansif di kawasan Asia Tenggara.
- Maskapai asal Vietnam ini mengklaim memiliki tingkat keamanan penerbangan paling aman.
- Selain itu perusahaan juga mengumumkan penambahan pesawat 22 armada dalam 1 bulan.
Suara.com - Maskapai asal Vietnam, Vietjet, kembali memperkokoh posisinya di industri penerbangan global dengan meraih predikat salah satu maskapai teraman di dunia tahun 2026 versi AirlineRatings.
Penghargaan ini menjadi bukti konsistensi Vietjet yang berhasil mempertahankan peringkat keselamatan tertinggi (7/7 bintang) sejak tahun 2018.
CEO AirlineRatings.com, Sharon Petersen, mengungkapkan bahwa Vietjet menunjukkan pertumbuhan stabil dengan keandalan operasional yang luar biasa.
"Maskapai ini mengoperasikan armada muda dengan catatan keselamatan yang sangat baik, mencerminkan fokus kuat pada aspek perlindungan penumpang," ujar Petersen di Jakarta, Selasa.
Vietjet mencatatkan tingkat keandalan teknis mencapai 99,72%, angka yang menempatkannya sebagai salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara.
Keunggulan ini didukung oleh adanya sertifikasi global IOSA (IATA Operational Safety Audit) dan ISAGO untuk standar operasional darat.
Selain itu perusahaan juga melakukan investasi teknologi dengan fokus jangka panjang pada pelatihan pilot, pemeliharaan armada, dan teknologi pencegahan turbulensi yang menjadi prioritas industri tahun 2026.
Baru-baru ini sektor penerbangan Vietnam sendiri baru saja mencatatkan hasil audit terbaik dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
Tidak hanya fokus pada keamanan, Vietjet tengah melakukan langkah strategis melalui penambahan 22 pesawat baru hanya dalam kurun waktu satu bulan. Ekspansi ini merupakan yang terbesar dalam sejarah perusahaan, bertujuan meningkatkan efisiensi dan mendukung jaringan penerbangan domestik maupun internasional yang kian luas.
Baca Juga: Kepala Basarnas Ungkap Kemungkinan Tak Ada Korban Selamat Pesawat ATR: Kami Berharap Ada Mukjizat
Bagi wisatawan Indonesia, Vietjet saat ini telah mengoperasikan empat rute langsung yang menghubungkan Jakarta dan Bali dengan dua kota utama Vietnam, yakni Hanoi dan Ho Chi Minh City. Langkah ini diharapkan semakin mempererat konektivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan regional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
Waspada Marak Penipuan Whatsapp Jelang Lebaran, Ini Cara Mengantisipasinya
-
Saham PTBA Diborong Asing, Berapa Target Harganya?
-
Sengkarut Tarif "Ilegal" Trump: Pemerintah AS Ogah Kembalikan Dana Impor Rp2.040 Triliun
-
Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
-
Aduan THR 2026: Cara Melapor Pelanggaran Secara Online dan Offline
-
Profil Qatar Airways: Maskapai Cetak Rekor Laba Fantastis, Kini Tertekan Perang
-
Transaksi Aset Kripto Capai Rp29,24 Triliun di Januari 2026
-
AS Rugi Rp 91 Triliun dalam 100 Jam Operasi Militer Lawan Iran
-
Volume Transmisi Gas PGN Naik, EBITDA Tembus USD971,2 Juta
-
Respons Garuda Indonesia Usai Tak Lagi Dapat Bintang 5 dari Skytrax