Suara.com - Pernahkah Anda terpikir bagaimana uang dari luar negeri bisa sampai tepat sasaran ke rekening Anda di Indonesia? Di balik layar perbankan global, terdapat sebuah sistem "alamat" digital yang memastikan dana tidak tersesat.
Bagi nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI), alamat penting tersebut dikenal sebagai Kode SWIFT BSI.
Apa Itu Kode SWIFT?
SWIFT adalah singkatan dari Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication. Secara sederhana, kode ini berfungsi seperti kode pos internasional bagi lembaga keuangan.
Sebagaimana rumah kita memiliki alamat unik agar paket kurir sampai dengan benar, bank di seluruh dunia memiliki kode SWIFT agar transfer uang lintas negara bisa berjalan aman dan cepat.
Setiap bank memiliki kombinasi karakter yang berbeda-beda, yang diatur berdasarkan standar internasional (ISO 9362). Tanpa kode ini, transaksi antarnegara akan sangat sulit dilakukan karena sistem tidak dapat mengidentifikasi tujuan akhir dari dana tersebut.
Mengintip Kode SWIFT BSI
Jika Anda berencana menerima kiriman uang dari kerabat di luar negeri atau melakukan transaksi bisnis internasional melalui BSI, Anda wajib mencantumkan kode berikut:
BSMDIDJA
Baca Juga: Layanan Pulih 100 Persen, BSI Pastikan Operasional dan Transaksi Nasabah di Aceh Kembali Normal
Mungkin Anda bertanya-tanya, apa arti dari deretan huruf tersebut? Mari kita bedah maknanya:
- BSMD (Kode Bank): Empat huruf pertama ini merupakan identitas unik untuk Bank Syariah Indonesia. Menariknya, kode ini merupakan warisan dari identitas Bank Syariah Mandiri sebelum melakukan merger menjadi BSI.
- ID (Kode Negara): Dua huruf ini adalah singkatan internasional untuk negara Indonesia.
- JA (Kode Lokasi): Dua huruf terakhir menunjukkan lokasi kantor pusat bank tersebut berada, dalam hal ini merujuk pada wilayah Jakarta.
Apakah Cabang BSI Memiliki Kode Berbeda?
Hingga saat ini, Bank Syariah Indonesia belum menetapkan kode SWIFT khusus untuk kantor-kantor cabangnya secara terpisah. Artinya, baik Anda membuka rekening di kantor cabang Aceh, Surabaya, maupun Jayapura, kode yang digunakan tetap sama, yaitu BSMDIDJA.
Sistem perbankan pusat BSI akan menerima dana tersebut melalui kantor pusat (yang diwakili kode JA), kemudian secara otomatis meneruskannya ke nomor rekening tujuan yang Anda cantumkan. Jadi, Anda tidak perlu khawatir mencari kode khusus kota tertentu.
Kapan Anda Memerlukan Kode Ini?
Ada beberapa situasi di mana Kode SWIFT BSI menjadi sangat krusial:
Tag
Berita Terkait
-
Free Float BRIS Masih 10 Persen, Bos BSI Akui Jadi Sorotan
-
Bedah Tuntas Mobil Irit Suzuki Bertampang Ala 'Mini Cooper', Wagon R Lewat Dulu
-
5 Mobil Suzuki Kecil Paling Bandel: Solusi Gang Sempit Mulai 50 Jutaan Pas Buat Pemula
-
Harga Makin Naik, Gen Z dan Milenial Kompak Borong Beli Emas
-
BSI Perluas Pembiayaan Proyek Efisiensi Negara
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Apa Itu Free Float? Mengulas Istilah Pasar Saham Wajib Diketahui Investor
-
Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia
-
Panduan Lengkap Cara Daftar Antrian KJP Pasar Jaya 2026 Secara Online
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun