- IHSG ditutup melemah 2,08% Jumat lalu, namun investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp775 miliar pada saham komoditas dan big caps.
- Analis memproyeksikan IHSG berpotensi menguat terbatas, namun harus menembus level resisten kritis di angka 8.050 untuk menghindari koreksi lanjutan.
- Bursa Wall Street bangkit signifikan pada Jumat, ditandai kenaikan indeks besar, meskipun bursa Asia-Pasifik sebagian besar mengalami pelemahan.
Rekomendasi Mandiri Sekuritas:
UNVR, BRIS, dan SCMA
Sentimen Global: Wall Street Bangkit dari Keterpurukan
Angin segar datang dari bursa Amerika Serikat. Wall Street mencatatkan lonjakan signifikan pada penutupan Jumat (6/2), berhasil rebound setelah tertekan hebat di sektor teknologi.
Pemulihan ini berbarengan dengan menguatnya kembali harga Bitcoin yang sebelumnya sempat kehilangan separuh nilainya dari titik tertinggi.
Dow Jones: Melesat 2,47%
S&P 500: Naik 1,97%
Nasdaq: Menguat 2,18%
Saham raksasa teknologi seperti Nvidia melonjak hampir 8%, sementara Broadcom naik 7%. Namun, tekanan masih menyelimuti Amazon yang merosot lebih dari 5% akibat laporan laba yang di bawah ekspektasi serta rencana belanja modal jumbo sebesar US$200 miliar.
Baca Juga: IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
Berbeda dengan Wall Street yang mengakhiri pekan dengan ceria, bursa Asia-Pasifik cenderung memerah pada perdagangan Jumat lalu.
Indeks Kospi Korea Selatan sempat jatuh 1,44% akibat kekhawatiran disrupsi AI, sementara ASX 200 Australia terkoreksi 2,03%.
Sentimen negatif di Asia juga dipicu oleh data tenaga kerja AS yang menunjukkan lonjakan angka pemutusan hubungan kerja (layoff) sepanjang Januari ke level tertinggi dalam 17 tahun terakhir.
Hal ini meningkatkan kekhawatiran mengenai stabilitas ekonomi global yang dapat berdampak pada selera risiko investor di pasar negara berkembang termasuk Indonesia.
DISCLAIMER: Analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan merujuk pada kajian sekuritas per Februari 2026. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi. Seluruh keputusan jual atau beli merupakan tanggung jawab pribadi investor. Pastikan Anda melakukan riset mandiri dan memahami profil risiko sebelum bertransaksi di bursa efek.
Berita Terkait
-
Isu Saham PIPA Ubah Bisnis Jadi Perusahaan Migas, Ini Kata Manajemen
-
Saham HOTL Terancam Delisting, Manajemen Tegaskan Itikad Baik ke BEI
-
5 Rekomendasi Tempat Bukber di Malang yang Hidden Gem!
-
Apa Itu Free Float? Mengulas Istilah Pasar Saham Wajib Diketahui Investor
-
Lip Mask Sebaiknya Dipakai Kapan? Intip 5 Rekomendasi Terbaik untuk Atasi Bibir Hitam
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Libur Lebaran 2026: Wisata Lokal Banjir Pengunjung, Pendapatan Daerah Naik
-
Menkeu Purbaya Bantah Indonesia Terancam Resesi: Di Semua Tempat Pada Belanja!
-
Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Danantara
-
Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T
-
Kapal Pertamina Terjebak di Tengah Perang Iran, Ini Nasib Pasokan BBM Indonesia
-
Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idul Fitri
-
Menteri Bahlil Pilih Berhati-hati Soal Pajak Ekspor Batu Bara
-
THR ASN Belum Cair Semua, Purbaya: Kementerian dan Lembaga Lambat Mengajukan
-
Gejolak Global Meningkat, Perbankan Nasional Perkuat Prinsip Kehati-hatian
-
Ketahanan Energi RI Diuji, Naikkan BBM atau Tambah Subsidi?