- PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara kembali akumulasi saham INET untuk ketiga kalinya di Februari 2026.
- Pada 9 Februari 2026, pemegang saham pengendali membeli 45,5 juta lembar saham senilai Rp15,01 miliar.
- Total akumulasi saham pengendali INET meningkat dari 57,08 persen menjadi 57,28 persen.
Suara.com - PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara memborong saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), yang menunjukkan kepercayaan institusi tersebut terhadap INET.
Untuk ketiga kalinya dalam kurun waktu yang sangat singkat di bulan Februari 2026, sang pemegang saham pengendali ini kembali melakukan aksi akumulasi saham di pasar sekunder.
Langkah ini mempertegas komitmen jangka panjang perusahaan dalam memperkuat struktur kepemilikan serta stabilitas kendali atas emiten yang bergerak di bidang infrastruktur teknologi informasi tersebut.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi per 10 Februari 2026, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara melaporkan telah menyerok sebanyak 45.500.000 lembar saham INET.
Transaksi yang dieksekusi pada 9 Februari 2026 tersebut dilakukan pada harga Rp330 per saham, dengan total nilai suntikan modal mencapai Rp15,01 miliar.
Aksi borong ini merupakan rangkaian dari strategi akumulasi yang dilakukan secara konsisten sejak awal bulan. Berikut adalah rincian jejak pembelian sang pengendali sepanjang Februari 2026:
3 Februari 2026: Membeli sebanyak 124,4 juta saham pada harga Rp364 per lembar.
4 Februari 2026: Melakukan pembelian 138.121.466 unit saham pada harga Rp362 per lembar (nilai transaksi Rp49,99 miliar).
9 Februari 2026: Pembelian terbaru sebanyak 45,5 juta saham pada harga Rp330 per lembar.
Baca Juga: Isu Saham PIPA Ubah Bisnis Jadi Perusahaan Migas, Ini Kata Manajemen
Secara kumulatif, hanya dalam tiga kali transaksi di bulan ini, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara telah merogoh kocek hingga total Rp110,28 miliar.
Melalui serangkaian aksi "serok" saham ini, porsi kepemilikan sang pengendali di tubuh INET terus merangkak naik. Sebelum rangkaian transaksi ini dimulai, kepemilikan mereka tercatat sebesar 12.770.838.266 unit atau setara dengan 57,08 persen.
Kini, setelah transaksi terbaru tuntas, jumlah saham yang dikuasai terakumulasi menjadi 12.816.338.266 unit, yang berarti kepemilikan mereka meningkat menjadi 57,28 persen.
Manajemen menegaskan bahwa seluruh transaksi ini berstatus kepemilikan langsung dengan tujuan memperkuat posisi pengendalian perseroan.
Berita Terkait
-
FTSE Russell Bekukan Rebalancing Saham RI, Pjs Bos Bursa Buka Suara
-
IHSG Sempat Loyo Tapi Berbalik Terbang di Selasa Pagi, 322 Saham Hijau
-
BEI Temui MSCI Pekan Ini, Bahas Transparansi Pemegang Saham
-
IHSG Akhirnya Rebound ke Level 8.000, Cek Saham yang Cuan
-
OJK Bongkar Borok UOB saat Antar Perusahaan Melantai Bursa
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
Harga Minyak Melemah di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
-
Kapan Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap I 2026, Ini Ketentuannya
-
Kementerian PKP Bakal Bangun Rusun Delapan Lantai di Solo untuk Anggota Kopassus
-
Pembiayaan Flexi Mitra Mabrur Bank Mega Syariah Melonjak 180 Persen
-
Ibu Mekaar Menuju Tanah Suci: PNM Temani Hidup Saya dari Nol hingga Bisa Sekolahkan Anak
-
Tiga Bank Bangkrut di Tahun 2026, Ini Daftarnya
-
FTSE Russell Bekukan Rebalancing Saham RI, Pjs Bos Bursa Buka Suara
-
Thomas Djiwandono: Agen Prabowo yang Bakal Robohkan 'Tembok Berlin' Fiskal-Moneter?
-
GoTo Beli Hak Penamaan Blok M Hub Gojek
-
Satpam BRI Raih Rekor MURI Karya Ilmiah Terbanyak