- PELNI tambah jadwal kapal Sabuk Nusantara untuk mudik Lebaran 2026.
- Rute Tanjung Wangi-Sapeken ditambah jadi 4 kali perjalanan.
- Rute Surabaya/Kalianget-Masalembo ditambah jadi 3 kali PP.
Suara.com - PT PELNI (Persero) tancap gas mempersiapkan angkutan Lebaran 2026. Belajar dari evaluasi tahun lalu, PELNI resmi menambah frekuensi pelayaran kapal perintis Sabuk Nusantara untuk mengantisipasi lonjakan pemudik di wilayah kepulauan, khususnya rute Sapeken dan Masalembo.
Kepala Cabang PT PELNI Surabaya, Roni Abdullah, mengungkapkan bahwa lonjakan penumpang pada 2025 menjadi dasar utama penyesuaian jadwal tahun ini. Salah satu titik paling krusial adalah rute Tanjung Wangi menuju Sapeken.
"Evaluasi tahun 2025 itu ruas terpadatnya adalah dari Tanjung Wangi ke Sapeken. Untuk tahun 2026 ini, Sabuk Nusantara 91 akan kita operasikan 4 kali di ruas Tanjung Wangi-Sapeken saat arus mudik nanti," ujar Roni kepada wartawan, Kamis (12/2/2026).
Data PELNI mencatat, pada musim mudik 2025, rute tersebut mengangkut hingga 1.825 penumpang. Tak hanya di Banyuwangi, optimalisasi juga dilakukan pada Sabuk Nusantara 92 yang berbasis di Surabaya.
Roni menjelaskan, rute dari Kalianget menuju Masalembo juga menjadi perhatian serius. Untuk itu, PELNI menyiapkan strategi khusus berupa penambahan frekuensi perjalanan.
"Strategi kita untuk tahun 2026 adalah ruas Surabaya-Masalembo dan Kalianget-Masalembo dibuat 3 kali round trip (pulang pergi) untuk mengantisipasi lonjakan penumpang," jelasnya.
Secara nasional, PELNI total menyiagakan 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis untuk melayani masyarakat selama periode H-15 hingga H+15 Lebaran. Khusus di Jawa Timur, Sabuk Nusantara 91 dan 92 tetap menjadi tulang punggung utama konektivitas warga kepulauan Madura dan sekitarnya.
Langkah ini diharapkan dapat mengatasi masalah keterbatasan armada yang kerap menghantui warga kepulauan saat musim mudik tiba. "Secara umum, itu yang kami siapkan terkait layanan PELNI di Jawa Timur," tutup Roni.
Baca Juga: PLN Percepat Pembangunan SPKLU Jelang Mudik Lebaran 2026
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina