- Permata Bank mencatatkan laba bersih Rp3,6 triliun dan pendapatan Rp12,6 triliun pada akhir 2025.
- Penyaluran kredit tumbuh 5,5 persen menjadi Rp163,3 triliun dengan NPL terjaga di 2,1 persen.
- Dana murah nasabah tumbuh signifikan 20,1 persen, meningkatkan rasio CASA menjadi 63,9 persen.
Suara.com - PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) berhasil menutup tahun buku 2025 dengan catatan performa yang mengesankan.
Melalui disiplin operasional yang ketat, perseroan membukukan pertumbuhan laba dan pendapatan yang stabil, meski harus menghadapi tantangan dinamika ekonomi nasional dan industri perbankan yang fluktuatif.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, total pendapatan bank mengalami kenaikan sebesar 3,8 persen (YoY) menjadi Rp12,6 triliun.
Motor utama pertumbuhan ini berasal dari lonjakan pendapatan non-bunga yang meroket 34,1 persen hingga menyentuh angka Rp2,6 triliun.
Hingga penghujung Desember 2025, Permata Bank berhasil mengantongi laba bersih setelah pajak sebesar Rp3,6 triliun. Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit tercatat tumbuh 5,5 persen (YoY) menjadi Rp163,3 triliun.
Kendati kredit bertumbuh, bank tetap mampu mempertahankan prinsip kehati-hatian. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Gross Non-Performing Loan (NPL) yang terjaga stabil di level 2,1 persen.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan dari fundamental bank yang resilien dan adaptif terhadap perubahan pasar.
“Di tengah dinamika perekonomian dan industri perbankan Indonesia sepanjang tahun 2025, Permata Bank terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap disiplin, prudent, dan konsisten menempatkan nasabah sebagai pusat dari setiap rencana dan keputusan,” jelas Meliza dalam pernyataan resminya di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Transformasi digital dan inovasi layanan yang dilakukan perseroan berdampak positif pada struktur pendanaan. Total simpanan nasabah naik 3,9 persen (YoY) menjadi Rp192,8 triliun, yang didominasi oleh pertumbuhan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) sebesar 20,1 persen.
Baca Juga: Danantara Incar Laba BUMN Rp 350 Triliun di 2026
Keberhasilan ini mengerek rasio CASA bank menjadi 63,9 persen, naik signifikan dari posisi 55,3 persen di tahun sebelumnya.
Dari sisi ketahanan finansial, Permata Bank memamerkan indikator likuiditas yang sangat tebal:
- Total Aset: Tumbuh 3,6 persen menjadi Rp268,3 triliun.
- Loan-to-Deposit Ratio (LDR): Berada di level sehat 84,5 persen.
- Liquidity Coverage Ratio (LCR): Mencapai 296,5 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator.
- Net Stable Funding Ratio (NSFR): Berada di posisi 126,8 persen.
Menghadapi tahun 2026, manajemen Permata Bank berkomitmen untuk terus memperkuat kapabilitas digital dan kualitas layanan guna memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Penguatan manajemen likuiditas akan tetap menjadi prioritas utama guna memitigasi dampak dari ketidakpastian geopolitik dan volatilitas ekonomi global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
-
Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN
-
IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan
-
BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya
-
Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul
-
Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini
-
Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region
-
Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?
-
BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya