- BCA Syariah mencatat laba bersih tumbuh 15,4% YoY menjadi Rp212 miliar, dengan total aset mencapai Rp19,2 triliun.
- Pembiayaan BCA Syariah tumbuh 23,1% YoY menjadi Rp13,2 triliun, fokus pada sektor komersial dan konsumer seperti KPR.
- Perseroan memperkuat layanan digital melalui fitur baru pada mobile banking dan internet banking, serta memberdayakan UMKM.
Suara.com - PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) mencatatkan kinerja yang solid. Kinerja positif juga tercermin pada laba bersih yang tumbuh 15,4 persen yoy menjadi Rp212 miliar.
Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, mengatakan peningkatan total aset sebesar 15,4 persen secara year-on-year (YoY) menjadi Rp19,2 triliun.
"Alhamdulillah, BCA Syariah pada tahun ini tumbuh solid dan berkelanjutan yang tercermin, antara lain dari peningkatan total asset. Pertumbuhan didukung dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyalurannya dalam bentuk pembiayaanyang berkualitas. Ini mencerminkan semakin kuatnya minat dan kepercayaan masyarakat,” terang Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Secara keseluruhan pembiayaan BCA Syariah tumbuh 23,1 persen YoY menjadi RpRp13,2 triliun, dengan fokus pada sektor-sektor produktif, baik pembiayaan komersial maupun pembiayaankonsumer seperti KPR dan emas.
Perseroan secara konsistenmenerapkan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas asetyang tercermin dalam rasio NPF gross di level 1,57 persen.
Dari sisi pendanaan, DPK BCA Syariah tercatat tumbuh 17,1 persen YoY menjadi Rp15,4 triliun, didorong oleh peningkatan dana murah (CASA) yang tumbuh 25,7 persen YoY dan mencapai Rp6,3triliun.
Seiring dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap layanan digital, BCA Syariah terus memperkuat saluran layanan elektroniknya sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Sepanjang 2025, BCA Syariah telah fokus untuk memperkaya fitur pada mobile banking BSya, beberapa diantaranya dengan penambahan fitur pembiayaan emas, e-deposito, QRIS dengan metode customer presented mode, setor tunai cardless, qurban, zakat fitrah, pembayaran internet dan TV, serta digital membership.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan internet banking BIQ untuk dunia usaha dengan kelengkapan fitur berupa dashboard keuangan, integrasi KSEI/RDN, BI Fast Transfer, dan transfer batch.
Baca Juga: Target Harga BBTN, Usai Laba Bersih Saham BTN Lampaui Ekspektasi
“Kami memanfaatkan digitalisasi untuk menjadi semakin dekat dengan nasabah, serta mengembangkan fitur-fitur yang meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses layanan perbankan syariah, termasuk menjaga kinerja dan kemampuan sistem IT-nya, tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan kepatuhan terhadap prinsip syariah,” beber Yuli.
BCA Syariah juga konsisten menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pemberdayaan tersebut dilakukan melalui sejumlah inisiatif, seperti pelatihan intensif untuk UMKM perempuan melalui WEpreneur.
Pada 2025, program tersebut telah memberikan pelatihan intensif pada 30 UMKM terpilih serta menyelenggarakan micro mentoring yang menjangkau 3.148 peserta.
Ke depan, BCA Syariah akan terus memperkuat struktur pendanaan, meningkatkan kualitas pembiayaan, serta mengembangkan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah.
Perseroan juga berkomitmen untuk mendukung penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia melalui berbagai inisiatif edukatif dan kolaboratif.
Berita Terkait
-
ASN Digital 2026: Cara Login, Aktivasi MFA, dan Integrasi SIASIN e-Kinerja
-
Solusi Masalah e-Kinerja BKN 2026: Data Tidak Sinkron, Gagal Login, hingga SKP Guru
-
Alasan ASN Wajib Laporkan Aktivitas Kerja Harian via E-Kinerja BKN
-
Cara Input Progres Harian di E-Kinerja BKN
-
Pasca IPO, Superbank Tancap Gas! Laba Tembus Rp122 Miliar
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
Terkini
-
PLN Mobile dan Ekosistem EV: Jalan Baru Layanan Kelistrikan di Era Transisi Energi
-
Pendaftaran Calon Ketua OJK Dibuka, Menkeu Purbaya Jadi Ketua Pansel
-
Daftar Saham Milik Pengusaha Elite yang Temui Presiden Prabowo Pekan Ini
-
Harga CPO KPBN Terkoreksi di Level Rp14.345/kg, Bursa Malaysia Melemah
-
Target Harga BBTN, Usai Laba Bersih Saham BTN Lampaui Ekspektasi
-
Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.775
-
IHSG Betah di Level 8.100 pada Rabu Pagi, Cek Saham-saham Pilihan
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Merah Besar Meroket
-
Harga Emas Antam Terkoreksi Tipis, Akumulasi Penguatan Tetap Tinggi
-
Daftar Saham Lepas Gembok BEI Hari Ini, Bisa Diperdagangkan IHSG