- Laba bersih PT BTN tahun buku 2025 melampaui estimasi pasar karena realisasi pendapatan utama sangat solid.
- Pendapatan Bunga Bersih BTN naik 58% didorong penyesuaian akuntansi, sementara kredit tumbuh 11,9%.
- Kualitas aset membaik dengan NPL bruto 3,1% dan rasio modal (CAR) mencapai 20,9% setelah penerbitan Tier-1.
Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menutup tahun buku 2025 dengan pencapaian yang mengesankan.
Laporan keuangan kuartal keempat tahun 2025 menunjukkan bahwa laba bersih sepanjang tahun (FY25) berhasil melampaui estimasi pasar dan konsensus masing-masing sebesar 13% dan 10%.
Performa gemilang ini didorong oleh realisasi pendapatan utama (top-line) yang jauh lebih solid dari perkiraan awal.
Pada periode Oktober hingga Desember 2025 (4Q25) saja, BTN membukukan laba bersih senilai Rp1,2 triliun.
Angka ini merepresentasikan pertumbuhan pesat sebesar 100% dibandingkan kuartal sebelumnya (qoq) dan naik 30% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (yoy).
Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) BTN sepanjang tahun 2025 melonjak hingga 58% secara tahunan. Salah satu faktor pendorong utama kenaikan ini adalah adanya penyesuaian akuntansi sebesar Rp4,8 triliun.
Dampaknya, tingkat imbal hasil (yield) dan Net Interest Margin (NIM) perseroan terkerek ke level 4,2%. Jika tanpa penyesuaian tersebut, NIM BTN diperkirakan berada di posisi 3,1%.
Dari sisi manajemen risiko, biaya kredit (Cost of Credit/CoC) pada tahun 2025 meningkat menjadi 1,65% akibat pembentukan provisi yang lebih tinggi.
Namun, untuk tahun buku 2026, manajemen memberikan panduan optimis bahwa CoC akan melandai di kisaran 1,0% hingga 1,2%.
Baca Juga: Aturan Baru Free Float Saham Saat IPO, Kapitalisasi Pasar Disorot
Fundamental keuangan BTN tetap terjaga dengan pertumbuhan kredit (loan) mencapai 11,9% (yoy). Di sisi lain, penghimpunan dana pihak ketiga (deposito) tumbuh signifikan sebesar 14,6% (yoy).
Kondisi ini menempatkan rasio likuiditas (Loan to Deposit Ratio/LDR) di level 92% per Desember 2025, dengan target manajemen untuk tahun 2026 berada di rentang 94–97%.
Secara operasional, BTN terus menunjukkan perbaikan kualitas aset melalui:
- Penurunan LAR: Rasio Loan at Risk berada di angka 19%.
- NPL Bruto: Terjaga di level 3,1% berkat kebijakan penyaluran kredit yang lebih selektif.
- Permodalan: Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) melesat ke 20,9% setelah sukses melakukan penerbitan modal Tier-1 senilai Rp2 triliun.
Melihat fundamental yang semakin kokoh, BNI Sekuritas memutuskan untuk menaikkan peringkat saham BBTN menjadi Beli/Beli (untuk jangka pendek maupun panjang). Target harga saham (TP) juga direvisi naik menjadi Rp1.450 per lembar saham.
Analis menilai valuasi BTN saat ini masih sangat menarik di level 0,5x P/BV (Price to Book Value).
DISCLAIMER: Analisis ini disusun berdasarkan laporan kinerja keuangan BTN periode FY25 dan riset pasar dari BNI Sekuritas. Proyeksi harga saham dan target investasi bersifat perkiraan analis dan bukan merupakan jaminan profit. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga; pembaca diharapkan melakukan analisis mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum bertransaksi.
Berita Terkait
-
IHSG Betah di Level 8.100 pada Rabu Pagi, Cek Saham-saham Pilihan
-
Daftar Saham Lepas Gembok BEI Hari Ini, Bisa Diperdagangkan IHSG
-
MSCI Rilis Update: INDF Turun Kelas, Ini Saham-saham yang Didepak Keluar List
-
Danantara Setiap Hari Guyur Pasar Modal, Ke Saham Apa?
-
IHSG Perkasa di Sesi I Naik 1,26%, 595 Saham Terbang
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Krisis LPG di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Operasi Sementara
-
Kemendag Bakal Wajibkan Marketplace Transparan soal Biaya Admin Seller
-
Sejumlah SPBU Vivo di Jabodetabek Tutup, Netizen Heboh Keluhkan Isu Pembatasan Kuota
-
Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK, Ini Panduannya agar Pengajuan Pinjaman Disetujui
-
BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah
-
Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia
-
Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global
-
6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia
-
Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi
-
Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan